Oktober 5, 2022
Spread the love

Tarif listrik akan naik mulai 1 Juli 2022. Bagi pemilik kendaraan listrik, kenaikan tersebut tentunya akan mempengaruhi biaya pengisian di rumah. Sebagai referensi, biaya pengisian kendaraan listrik di rumah melacak tagihan listrik rumah Anda.

Sebagai referensi, untuk R2 3500VA hingga 5500VA dan R3 6600VA ke atas, tarifnya akan meningkat dari 1.444,70 Rs/kWh menjadi 1,699,53 Rs/kWh. link bola live

Artinya, biaya pengisian kendaraan listrik juga akan naik. Simulasi perhitungan kasar kendaraan listrik rentang standar Hyundai Ioniq 5 dengan kapasitas baterai 58 kWh, dibanderol dengan harga Rp 98.572,74. Dengan biaya ini, kisaran standar Hyundai Ioniq 5 dapat menempuh jarak 384 km.

Jadi, jika kendaraan Anda adalah Hyundai Ioniq Long Range dengan baterai 72.6kWh, biaya pengisiannya adalah 123.385.878 rupiah. Dengan biaya 120.000 rupiah, mobil ini bisa menempuh jarak hingga 481 km.

Beralih ke Nissan Leaf listrik. Biaya pengisian Nissan Leaf dengan kapasitas baterai 40 kWh adalah Rp 67.981,2. Biayanya cukup untuk mobil menempuh 311 km. Tarif berlaku untuk pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya 3.500VA di rumah. Jika Anda mengisi mobil Anda dengan 2200VA di rumah, tarifnya tidak akan naik.

Tarifnya berbeda dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016,

Lampiran peraturan tersebut menyatakan bahwa SPKLU termasuk dalam tarif listrik untuk keperluan layanan khusus sebesar Rs 1.650/kWh hingga Rs 2.466/kWh. Dengan kata lain, pengisian di SPKLU lebih murah daripada pengisian aki mobil di rumah.

Untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai 58 kWh, biaya pengisian SPKLU adalah 95.700 rupee atau 143.028 rupee. Untuk kendaraan 72.6kWh, tarifnya Rp 119.790 – Rp 179.031.6. Di sisi lain, harga baterai kendaraan listrik berkapasitas 40 kWh berkisar antara 66.000 hingga 98.640 rupee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.