September 29, 2022
Spread the love

Data terbaru menunjukkan penurunan tajam kematian mingguan akibat COVID-19 di seluruh dunia. Tidak banyak kematian akibat COVID-19 seperti pada pertengahan 2020 atau secara keseluruhan pada 2021.

Tingkat vaksinasi juga meningkat. Pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, masih terus mendorong vaksinasi booster. Negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan juga telah melonggarkan pembatasan, tetapi masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dan memakai masker. slot pragmatic

Menurut data Johns Hopkins University, Jumat (10/6/2022), angka kematian mingguan tidak jauh berbeda dengan perhitungan awal kematian epidemi pada Maret 2020.

Dalam 28 hari terakhir, ada 14,3 juta kasus baru virus corona. Selama periode yang sama, jumlah korban tewas adalah 43.000. Sementara itu, 402 juta vaksin COVID-19 telah disuntikkan.

10 negara dengan jumlah kasus baru COVID-19 tertinggi dalam 28 hari terakhir adalah:

1. AS: 2,9 juta kasus baru

2. Taiwan: 2,1 juta kasus

3- Australia: 1 juta

4. Jerman: 1 juta

5- Jepang: 764.000 kasus

6- Portugal: 715.000

7- Brasil: 697.000

8- Prancis: 653.000 kasus

9- Italia: 650.000 kasus

10- Korea: 505.000 kasus

WHO menyerukan pengujian dan vaksinasi berkelanjutan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam laporan sebelumnya bahwa tren turun itu baik, tetapi pengujian dan vaksin tidak boleh diabaikan.

“Tren turun jelas merupakan kabar baik,” kata Tedros kepada wartawan, Kamis (6 September 2022), mengutip pernyataan resmi PBB.

Dalam laporan harian perkembangan COVID-19 nasional, banyak kabupaten yang belum mencatat kasus baru COVID-19. Beberapa negara telah beberapa hari tanpa kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi.

Jika ya, apakah penyebaran virus corona sudah tidak ada lagi bahkan di minggu ke 0 saat tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi? Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisamito mengatakan, bukan berarti penularan tidak lagi terjadi.

Terkait Health Reputan 6, Wiku menjelaskan, “Kalau melihat dari hasil pencatatan kasus, memang benar tidak ada kasus positif. Namun, bukan berarti penularan sudah selesai, sedang dikendalikan”. Question.com dari Media Center COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2022.

Hingga 8 Juni 2022, Laporan Harian COVID-19 selama tiga hari terakhir memiliki 11 kabupaten tanpa kasus baru COVID-19. Kemudian pada 7 Juni 2022, terdapat 12 kabupaten yang tidak ada laporan kasus baru COVID-19. Hingga 6 Juni 2022, tidak ada kasus baru COVID-19 di 16 kabupaten.

Menurut Wiku Adisamito, banyak kabupaten yang melaporkan nol kasus baru COVID-19, berkat upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk memerangi COVID-19. Kami berharap dapat terus mengendalikan COVID-19 melalui kerja sama.

Wiku Adisamito menambahkan, penyebaran COVID-19 tidak terbatas pada wilayah dan negara secara keseluruhan. Masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

PHBS melibatkan penggunaan masker yang benar-benar menutupi mulut dan hidung di tempat-tempat yang sulit menjaga jarak, di ruang terbatas, atau di mana sirkulasi udaranya sedikit. Kemudian cuci tangan Anda dengan baik dengan tisu berbasis alkohol, sabun, atau air.

Biasakan untuk menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Ini bisa dilakukan dengan siku atau sapu tangan Anda. Jika Anda telah menggunakan tisu, segera buang dan cuci tangan Anda.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia juga menegaskan bahwa situasi COVID-19 sangat dinamis. Selain meredakan situasi saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan masalah dan menyesuaikan kebijakan.

“Tentu saja situasi ini (wabah COVID-19) sangat dinamis, sehingga kita harus terus memantau dan menerapkan kebijakan yang tepat untuk tingkat situasi ini,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan saat mendeteksi Nadia dalam konferensi pers. . 1 Desember 2021 di Jakarta.

Pertama, pastikan protokol kesehatan Anda selalu berlaku, meskipun Anda sudah divaksinasi. Kedua, upaya mencari keadaan adalah dengan mengidentifikasi jenis mutasi. Ketiga, memperkuat penelusuran kontak dan investigasi kasus kelompok (atau kelompok).

Keempat, meningkatkan dan mempercepat cakupan vaksinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.