Oktober 4, 2022
Spread the love

Kabupaten Bener Meriah yang beribu kota di Simpang Tiga Redelong memiliki luas 1.454,09 km persegi. Terbagi Menzadi 10 Kekamatan Dan 233 Desa. Jumlah penduduknya 148.616 jiwa pada tahun 2012.

1. Cesara Nama Benermeria link slot gacor

Nama Bener Meriah diperkirakan berasal dari Beuner Meria, putra dari Raja Linge XIII dari Kerajaan Linge di Aceh. Saat masih kecil, Beuner Meria dan adiknya yang bernama Sengeda dibawakan oleh sang ibu ke Kesultanan Aceh selepas wafatnya ayah mereka. Tahta Kerazan Ringe Kemudian Dipegang Ole Faman Mereka, Raja Ringe XIV.

Saat desasa, Beuner Meria dan Sengeda kembali ke Linge dan menuntut takhta dari pamannya. 

Pondok-pondok kecil berdiri di sepanjang jalan yang terhubung Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pondok Itu Sebagian Verada di Depan Luma Warga

Berbagai buah yang dijajakan di pinggir jalan antara lain, jeruk, stroberi, markisa dan avokad, semua dijajakan di pinggir jalan dan menjadi oleh-oleh khas mereka bagi wisatawan yang datang.

 wisatawan singah di sana untuk membawa pulang oleh-oleh setelah berwisata di daratan tinggi itu.

Radio Tugu Perjuangan Rimba Raya di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Menjadi Icon Dera Kabupaten Bener Meriah. Tugu ini dibangun sebagai pengingat sejarah perjuangan radio Rimba Raya yang berperan sentral dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia Bridge Agresi Belanda II. Semasa agresi militer Belanda ke-II pada 1948, Belanda menyebar fitnah bahwa bubar Indonesia dan keberadaan Radio Rakyat Indonesia (RRI) diambil alih oleh Belanda. Saat semua alat komunikasi dan lokasi pemancaran dibebaskan dan dikuasai oleh Belanda, Radio Rimba Raya berhasil bertahan dan menjadi radio pengganti RRI oleh Tentara Republik Indonesia Divisi X/ pimpinan Kolonel Husin Yu

Anggota Radio Rimba Raya Propaganda Belanda dan Menyatakan Indonesia masih ada. Radio itu tetap mengudara dan menyiarkan keberadaan Indonesia ke seluuh dunia dengan menggunakan tiga bahasa, yakni Urdu, Inggris, dan Indonesia, yang menyatakan bahwa Indonesia masih utuh.

Siaran Radio Rimba Raya menyiarkan ke seluruh dunia pada 23 Agustus hingga 2 Nopember 1949. Berkat berita yang disuarakan itu, banyak negara dunia dengan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Radio ini terus berperan sampai saat pengakuan Kepemilikan Republik Indonesia oleh Pemerintahan Belanda pada 27 Desember 1949, Sebagai Hil Conference Meja Bundar (KMB) den Haag, Jakarta.

Setelah kemerdekaan, jasa atas Radio Rimba Raya tetap dikenang dengan dibangunnya monomen bersejarah, yaitu Tugu Perjuangan Radio Rimba Raya di Kecamatan Pintu Rime, Kampung Rimba Raya.

Camat Syiah Utama pernah menyampaikan aspirasi pengantian nama Kabupaten Bener Meriah kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Takengon, 2 Juni 2020. Gubernur Aceh menyambut baik proposal ini.

Ada dua alasan utama mengapa ada tawaran pergantian nama ini.

Secara spesifik, komoditas perkebunan menjadi komoditas unggulan di dua kabupaten yang berada di Dataran Tinggi Gayo, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Luas area perkebunan kopi arabika di kedua daerah ini mencapai lebih dari 100.000 hektar, dengan produksi per tahun mencapai lebih dari 200.000 ton.

Dalam Lelang Spesial Kopi Indonesia yang digelar di Bali pada 10 Oktober 2010, kopi arabika dari Dataran Tinggi Gayo dinyatakan sebagai kopi organik terbaik di dunia berdasarkan penilaian para ahli test cup kopi sebagai. Pengakuan kopi arabika Gayo sebagai kopi arabika terbaik juga datang dari Eorope Specialty Coffee Association (SCAE), yang merupakan asosiasi kopi yang konsen terhadap standar kualitas kopi dunia di daratan Eropa.

mereka menyatakhan bar and masyarakat Eropa sudah rama mengenal dan menikmati kopi arabika Gayo

Kopi Gayo merupakan kuliner yang sangat terkenal di Indonesia, bahkan di dunia, yang berasal dari dataran tinggi Gayo, salah satunya Bener Meriah. tingkatnya rendah dan memiliki sedikit rasa rempah. 

Di wilayah Aceh lainnya, makanan ini lebih dikenal sebagai Asam Keueung, sedankan masyarakat Minang disebut sebagai Asam Padeh.

Selain itu, ada Depik Belacan yang merupakan makanan khas Gayo dan diturunkan dari nenek moyang Gayo di tepi danau Lut Tawar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.