Oktober 5, 2022
Spread the love

Banyak anak muda yang mulai berpikir untuk menjadi seorang wirausahawan. Namun, banyak anak muda tidak berani mengambil risiko proyek baru.

Sebuah studi oleh ScienceDirect menemukan bahwa pengusaha muda yang memulai bisnis mereka di usia 20-an memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan mereka yang berusia 50-an. slot hoki

Penelitian juga menunjukkan bahwa wirausahawan muda lebih paham teknologi dan kurang cenderung mengambil risiko. Sementara itu, pengusaha yang lebih tua mendapat manfaat dari pengalaman, keterampilan bisnis, dan akses ke keuangan dan jaringan dalam industri bisnis yang lebih luas.

Penelitian menunjukkan bahwa orang berusia 30-an dan 40-an memiliki tingkat keberhasilan bisnis yang lebih rendah karena tanggung jawab keluarga, kecenderungan untuk tidak mengambil risiko besar, dan kebiasaan menabung untuk masa depan.

Membangun bisnis Anda sendiri memberi Anda kebebasan untuk mengeksekusi ide-ide Anda, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dan mendapatkan lebih banyak dana dari berbagai sumber. Berawal dari Enterpreneur, Minggu (5/6/2022), berikut 6 tips yang bisa diterapkan pengusaha muda sebagai langkah awal sebelum memulai bisnis.

1. Teliti ide bisnis Anda

Setelah Anda memiliki ide bisnis, Anda perlu menentukan kelayakan ide tersebut. Riset pasar dan penilaian pesaing berguna dalam mengidentifikasi area yang akan digunakan sebagai kebutuhan pelanggan dan tujuan bisnis untuk manajemen keuangan.

Manfaat lain dari penelitian adalah meningkatkan keterlibatan dengan pelanggan potensial dan membantu menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, alokasi dana yang diperlukan akan menjadi lebih jelas.

Wajar saja, ketika memulai bisnis, ada banyak tujuan dan sasaran yang harus dicapai. Perusahaan yang sukses akan menggunakan tujuan dan sasaran ini sebagai peta untuk memandu bisnis mereka.

Hal terpenting yang harus dicantumkan dalam rencana bisnis adalah tujuan, analisis pasar, deskripsi produk, dan analisis pesaing. Informasi ini membantu Anda menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap karyawan dan mengevaluasi kinerja setiap bulan.

3. Verifikasi Bisnis Formal

Setelah mengembangkan ide Anda dan mengatur semua sumber daya yang diperlukan, Anda harus memvalidasi bisnis Anda sesuai dengan hukum yang berlaku. Kegiatan verifikasi yang relevan termasuk mendaftarkan bisnis ke otoritas terkait, memperoleh lisensi dan izin yang benar, dan memperoleh nomor pajak.

Dengan cara ini, Anda dapat menjalankan bisnis Anda tanpa gangguan. Validasi juga membantu dalam proses pendanaan masa depan dan membuat “nama” dalam bisnis.

Pembiayaan adalah tugas yang sulit bagi pengusaha pemula. Ini karena penawaran pinjaman dari bank dan lembaga keuangan sangat terbatas untuk bisnis baru.

Kebutuhan untuk mengeluarkan uang bisa muncul kapan saja. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap pihak-pihak yang terpercaya yang dapat menyediakan dana untuk memberikan posisi keuangan pada saat krisis.

5. Lindungi bisnis Anda

Dari pelanggaran data hingga asuransi, Anda perlu melindungi bisnis Anda dari kejadian tak terduga seperti bencana alam. Perlindungan ini membantu memecahkan banyak masalah dalam kerangka hukum yang tepat.

Anda tidak dapat membangun bisnis tanpa rencana pemasaran. Era digital menjadikan pemasaran dan liputan media sangat penting untuk menonjolkan produk dan layanan bisnis.

Mempromosikan bisnis Anda di media sosial dan memanfaatkan liputan di majalah atau media online adalah cara terbaik untuk memasarkan bisnis Anda secara efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.