November 28, 2022
Spread the love

 Operasi Patuh Jaya 2022 dilakukan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai 13 Juni hingga 26 Juni 2022. Polisi akan menggunakan dua cara, baik tetap maupun dipasang di sejumlah titik dan menerbitkan tiket ponsel atau merekam posisi pengambilan Terintegrasi Capture Position Record (INCAR) untuk meningkatkan ETLE. Sementara itu, prioritas diberikan kepada petugas di lapangan untuk memberikan teguran kepada pelanggar.

Kepala Polly Corlantas, Combs Paul Eddy Junedi, mengatakan ada 7 pelanggar prioritas yang menjadi sasaran petugas. Namun, bisa saja berbeda di setiap daerah sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

“Di seluruh Indonesia, Batuh Jaya beroperasi serentak, ada 23.606 individu,” kata Eddy dalam keterangannya.

Seperti yang sudah dijelaskan, akan ada 8 pelanggaran yang akan menjadi fokus kerja polisi. Untuk memudahkan mencari informasi tentang pelanggaran dan dendanya, OTO.com merangkumnya secara lengkap di bawah ini. slot resmi

1. Pengemudi di bawah umur

Berdasarkan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Sedangkan dalam Pasal 81, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, setiap pemohon harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya adalah usia minimum.

Nah jika tidak memiliki Surat Izin Mengemudi, pengendara yang masih di bawah umur bisa dikenakan pasal 281 dengan pidana denda paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

2. Knalpot non standar (balap/keras)

Polisi juga akan fokus pada pelanggaran penggunaan knalpot racing atau bising. Pelanggar akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas (UU LLAJ) Pasal 285 Ayat (1) jo Pasal 106 Ayat (3). Dijelaskannya, ancaman pidananya berupa pidana penjara paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Pelanggaran terhadap arus akan dikenakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas (UU LLAJ) Pasal 287 dengan ancaman pidana penjara paling lama dua bulan atau denda Rp 500.000.

4. Sepeda motor yang dinaiki lebih dari satu orang

Aturan untuk mengendarai lebih dari satu orang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dalam Pasal 106. Pasal tersebut berisi tentang keselamatan dan pengaturan pengemudi. Kemudian pada ayat 9 dijelaskan jumlah maksimum penumpang pada kendaraan roda dua yang disebut juga dengan sepeda motor.

Jika petugas polisi menemukan pengemudi yang melanggar aturan ini, mereka dapat menghadapi hukuman. Hukuman dapat berupa pidana penjara atau denda yang harus dibayar. Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 292 undang-undang yang sama dengan penjelasan hukuman penjara paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

5. Menggunakan telepon saat mengemudi

Dengan mengacu pada Pasal 283 UU No. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara dapat dipidana dengan pidana denda paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

6. Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI

Mengenai aturan penggunaan helm SNI (Standar Nasional Indonesia) saat mengendarai sepeda motor, diatur dalam undang-undang yang sama. Pasal 291 Ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa aturan SNI helm berlaku bagi pengendara dan pengendara kursi belakang.

Semua pengemudi yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol tunduk pada pasal 22, 311 dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Lalu Lintas Jalan tahun 2009. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp3 juta.

8. Tidak memakai sabuk pengaman

Yang terakhir adalah pelanggaran sabuk pengaman atau tidak menggunakan sabuk pengaman. Polisi telah menetapkan UU No. 2009 tentang lalu lintas jalan. 22 dari 289 akan digunakan, yang diancam dengan hukuman penjara paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Sehingga, pada Operasi Batu Batu Jaya tahun 2022, ada delapan pelanggaran prioritas yang akan menjadi fokus petugas di tempat. Selain pelanggaran di atas, bukan tidak mungkin polisi menindak pelanggaran lainnya. Karena itu, sebagai pengemudi yang cerdas, kita harus menjadi pionir dalam keselamatan. (Perlengkapan/RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *