Desember 4, 2022
Spread the love

Supermoon stroberi muncul di langit sore setelah matahari terbenam pada 14 Juni. Pelajari mitos tentang bulan purnama agar Anda tidak salah paham.

Bulan purnama stroberi sebenarnya adalah peristiwa bulan purnama yang umum. Nama strawberry berasal dari The Farmer’s Almanak, yang memanen strawberry pada bulan Juni setiap tahunnya. Sebutan ini dimaksudkan untuk merayakan musim-musim yang terjadi pada musim-musim tertentu penduduk asli Amerika. link bola gratis

Bryn Space berkata, “Bulan Purnama Strawberry biasanya bulan purnama di bulan Juni. Berlawanan dengan namanya, bukan berarti stroberi purnama berwarna merah dan ujungnya agak lancip seperti stroberi. Itu tidak,” katanya. Peneliti Andy Bangirang, dikutip dari laman BRIN Space Science and Education.

Di masa lalu, orang Barat percaya bahwa kemunculan bulan purnama dikaitkan dengan mitos, benda mistis, dan kepribadian manusia serigala peniru yang dijuluki manusia serigala.

Dikutip dari Live Science, Selasa (14/6/2022) Ilmuwan di seluruh dunia berusaha untuk menyanggah mitos bulan purnama. Alhasil, beberapa mitos tentang bulan purnama terpatahkan.

Orang Eropa kuno sering mengaitkan kejang yang terjadi tiba-tiba pada bulan purnama sebagai bentuk serangan kerasukan setan.

Namun, sebuah makalah tahun 2004 di Epilepsy & Behavior menunjukkan bahwa kejang adalah tanda epilepsi. Selain itu, meskipun penelitian ini tidak menemukan hubungan antara epilepsi dan bulan, beberapa pasien melaporkan mengalami serangan epilepsi saat bulan purnama muncul.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Colorado menemukan bahwa jumlah dokter hewan meningkat pada malam bulan purnama. Ini meningkat sebesar 23% untuk kucing dan 28% untuk anjing.

Tetapi para ilmuwan di University of Colorado mengatakan itu bukan tanda bahwa seekor hewan bisa sakit di bulan purnama. Dikatakan bahwa peningkatan jumlah hewan yang terluka atau sakit pada bulan purnama adalah karena kesalahan pemiliknya. Saat bulan cerah, banyak pemilik hewan peliharaan diketahui membawa hewan peliharaannya ke luar ruangan untuk berjalan-jalan. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit pada hewan.

Menurut data British Journal of Medicine tahun 2001, diketahui jumlah hewan yang digigit dokter saat bulan purnama meningkat drastis, hingga dua kali lipat.

Namun, hal ini dibantah oleh sebuah penelitian di Australia. Studi tersebut menyimpulkan bahwa jumlah gigitan hewan, terutama anjing, relatif sama setiap malam, bahkan saat bulan purnama.

Salah satu mitos seputar bulan purnama yang dipercaya sebagian besar orang adalah malam itu terjadi peningkatan orang gila dan kunjungan ke rumah sakit.

Namun, sekali lagi, hasil dua penelitian di Psychiatric Services (2005) dan American Journal of Emergency Medicine (1996) terbantahkan karena tidak ada perbedaan jumlah kunjungan antara rumah sakit dan pasien psikiatri pada malam hari normal. pada bulan purnama.

Nah, sekarang saya tahu bahwa semua mitos ini telah terbukti secara ilmiah tidak benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *