Februari 3, 2023
Spread the love

Indonesia memiliki 14 kasus suspek hepatitis akut pada anak per 17 Mei 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan 1 dari 14 kasus kemungkinan atau sangat dicurigai dan 13 sedang menunggu klasifikasi atau menunjukkan gejala yang sama tetapi tidak ada. hasil tes.

“Dibandingkan sehari sebelumnya pada 15 atau 16 Mei, jumlah pasien potensial menurun karena perubahan jumlah kasus yang dikonfirmasi. Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Siarel menjelaskan pada konferensi pers hari ini. Kementerian Kesehatan RI pada hari Rabu ( 18 / 18) Dari hasil pemeriksaan terakhir, ditemukan bahwa ia menderita sepsis bakteri, dan ia dipastikan. rekomendasi situs slot terkini

Sedangkan dari 13 kasus yang menunggu klasifikasi, 7 kasus berada di Jakarta dan 3 kasus di Jawa Timur. Sejauh ini, enam pasien telah meninggal. Gejala umum pada 14 pasien adalah demam, nafsu makan menurun, dan muntah. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus terkonfirmasi positif hepatitis misterius ini.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 13 Mei 2022, kasus hepatitis akut telah dilaporkan di 20 negara di seluruh dunia. Sebagian besar kasus berada di Inggris dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendefinisikan kasus hepatitis akut pada anak sebagai kejadian yang tidak biasa atau wabah.

Pada awal Mei 2022, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyelidiki 109 anak dengan hepatitis yang tidak diketahui asalnya di 25 negara bagian. Akibatnya, lebih dari separuh pasien dinyatakan positif adenovirus, yang diduga sebagai penyebab hepatitis akut.

Akses yang buruk ke deteksi dini

Menanggapi kasus hepatitis akut yang baru-baru ini terjadi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan pemberitahuan agar institusi medis dapat mewaspadai kasus ini. Namun, penyelidik epidemiologi melihat kurangnya kapasitas pengujian di fasilitas medis primer seperti klinik, pusat kesehatan masyarakat dan dokter umum sebagai masalah.

Masdalina Pane, Ketua Pengembangan Keprofesian Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), mengatakan fasilitas yang melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat 1 saat ini sudah tidak beroperasi. Hal ini mengakibatkan pasien baru berpotensi menerima perawatan medis setelah kondisi serius.

“Masalahnya puskesmas dan dokter mandiri saat ini belum memiliki fasilitas yang cukup untuk pemeriksaan SGOT dan SGPT, pemeriksaan hepatitis A hingga hepatitis E, dll. Selama ini baru bisa dilakukan di Jakarta,” kata Masdalina Pane. . Untuk DW Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengumumkan pengelolaan hepatitis akut pada anak-anak yang tidak diketahui penyebabnya di panti jompo. Salah satunya adalah menunjuk laboratorium nasional ke Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima semua sampel rujukan dari pasien suspek hepatitis.

Pada saat yang sama, pemerintah bekerja keras untuk meningkatkan daya deteksi melalui penyelidikan epidemiologi. Penyelidikan ini dilakukan dengan menganalisis patogen menggunakan teknologi WGS (whole genome sequencing) dan mengembangkan laporan kasus menggunakan sistem NAR. RSPI Sulianti Saroso Jakarta telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan untuk kasus hepatitis akut.

Kenali Gejala Hepatitis Akut

Kasus hepatitis misterius pertama yang menyerang seorang anak ditemukan di Inggris pada 5 April 2022. Di tengah kekhawatiran publik, Masdalina Pani mengatakan kasus hepatitis misterius seorang anak tidak bisa menjadi epidemi di Indonesia.

Seperti yang dijelaskan Masdalina Pane: “Selama ini kasus belum berkembang pesat dan pesat. Jika demikian, tidak adanya keterkaitan antara satu kasus dengan kasus lainnya berarti tidak semua yang terinfeksi memiliki riwayat kontak dekat.”

Untuk hepatitis akut, ada tiga tahap gejala yang dialami anak. Hal ini harus dipahami agar masyarakat dapat segera mengakses deteksi dini. “Keterlambatan penanganan pasien dengan gejala berat akan menjadi kendala penanganan kondisi ini,” kata Masdalina Pane.

Pada tahap awal, anak mengeluh sakit perut, mual, muntah dan diare. Pada tahap selanjutnya, bayi mulai merasakan gejala penyakit kuning di seluruh tubuh, mulai dari mata. Pada gejala lanjut, kondisi anak biasanya memburuk. Urin berwarna teh dan ada lendir putih di tinja. (semua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *