Februari 3, 2023
Spread the love

Munculnya empat kasus sub-varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang terdeteksi di Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran karena masker yang dikenakan dilonggarkan. Juga, apakah kasus COVID-19 meningkat dalam 3 minggu terakhir?

Apakah aturan pemakaian masker akan diberlakukan lagi? Juru bicara Kementerian Kesehatan Indonesia (Kheminex) Muhammad Siaryl mengatakan akan terus mengevaluasi kebijakan pelonggaran masker.

Perdana Menteri Sharil mengatakan pada konferensi pers tentang kemajuan situasi COVID-19 pada hari yang sama, “Oleh karena itu, evaluasi pelonggaran pemakaian masker di luar ruangan akan terus berlanjut.

Melanjutkan kebijakan mitigasi yang menjadi tanggung jawab penuh pemerintah. Sudah lama sejak dunia belum berdamai dengan COVID-19, jadi ada kemungkinan.

Banyak ketentuan yang tidak diperhatikan masyarakat akibat pengendalian COVID-19. Orang yang memiliki mesin ibu mereka. Untuk orang tua, inti orang yang terinfeksi, teman orang yang terinfeksi, flu, batuk pilek, bahaya memakai masker, memakai masker, dan memakai masker.

Atas penyebaran Omicron BA.4 BA.5 ke inti kepanikan masyarakat. Petunjuk Imunisasi 19 – Anda memiliki vaksin booster.

Pemantauan Terindikasi Omikron WHO (VUM) memiliki prevalensi simultan sub-variabel Omikron BA.1 BA.2.

“Dengan ditemukannya sub-variabel (Omicron BA.4 BA.5) verba Omicron BA.1 sub-variabel BA.2 tetapi tidak untuk .independen.”

“Ini adalah vaksin seusia ibu.

Pemerintah juga sedang menjajaki memastikan vaksinasi penuh terhadap COVID-19. Sesuai dengan tujuan WHO, setiap negara dapat mencapai cakupan imunisasi untuk lebih dari 70% penduduknya.

Siahrel menyimpulkan, “Kami memiliki upaya khusus untuk melacak vaksinasi secara keseluruhan pada 62%. Kami memiliki pengalaman yang cukup dan memiliki strategi yang diharapkan dapat melebihi 70% dengan bala bantuan,” tutup Siahrel.

Dalam kasus vaksinasi ketiga, 76.508 orang ditambahkan, sehingga total menjadi 47 juta (47535.860). Sementara itu, tujuan vaksinasi terhadap COVID-19 adalah 28.265.397.

Muhammad Siahrel menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan berupaya mencegah penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 dengan memperkuat deteksi dan pengujian lanjutan. Upaya ini menghimbau kepada seluruh pemerintah daerah.

“Kedua, kami melibatkan dinas kesehatan atau pemerintah daerah pada acara tersebut dengan memperkuatnya di acara-acara internasional dan memfasilitasi pelacakan dan pengujian jika ditemukan PCR positif.

Vaksin melaporkan 4 kasus baru BA.4 dan BA.5 pertama di Indonesia pada 6 Juni 2022.

Sisanya tiga kasus positif BA.5. Mereka merupakan perwakilan dari Delegasi Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang menghadiri Konferensi Global Platform for Disaster Risk Reduction yang diselenggarakan di Bali, Nusa Dua, Bali, 23-28 Mei 2022.

Terkait penggunaan masker, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Wiku Adisamito membenarkan bahwa pandemi global COVID-19 masih berlangsung. Protokol kesehatan paliatif, termasuk pelonggaran masker, memuat beberapa ketentuan, namun tidak sepenuhnya tanpa masker.

Menanggapi pertanyaan tentang COVID, Wiku mengatakan ”Seperti yang saya katakan sebelumnya, Indonesia saat ini sedang dalam proses penularan (endemik) COVID-19 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan berakhirnya wabah. wabah.” – 19 Media Center.19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis 2 Juni 2022.

Di tengah pandemi COVID-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun, masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi telah menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Wiku juga membenarkan bahwa pemerintah sedang mempelajari perkembangan kasus COVID-19. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan perkembangan situasi COVID-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *