November 30, 2022
Spread the love

Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Paser telah melakukan tes urine mendadak untuk status lembaga negara sipil (ASN), pegawai paruh waktu (PTT), atau pegawai honorer kedua OPD. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Desperkemtan) dan Departemen Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR).

Secara total, baik staf ASN maupun PTT dilakukan tes urine hingga 52 orang. Selengkapnya: 34 di Disperkimtan dan 28 di DPUTR. Eksekusi dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita dan tidak ada petugas yang positif narkoba.

Syarifah Masitah Assegaf, Kepala BNK Paser, mengatakan nama-nama urin dianalisis berdasarkan daftar yang diterima dari kepala layanan di masing-masing klinik.  slot online terbaik

Ujar Syarivah Msiteh Asegav bersama Cassat Reskopa Polres Basser dan AK Yulianto Eka Wippawa. Jaksa Agung Andres Budianto Bessar, Jaksa Penuntut Umum Penindakan dan Penyidikan Bedum, Selasa (31/5/2022).

Namun, tes urine instan ini hanya untuk pria. Sedangkan untuk wanita, tes urine dilakukan jika ada tanda-tanda penggunaan narkoba. “Kami mengutamakan laki-laki. Jika kami mendapat laporan orang yang memakai narkoba di departemen, kami bisa jadi perempuan.

Jika hasil tes urine membuktikan bahwa karyawan tersebut positif menggunakan narkoba, sanksi ASN berupa penangguhan Pembayaran Penghasilan Tambahan (TPP) karyawan tersebut, dan pembayaran PTT ditangguhkan selama tiga bulan. Ini Instruksi Bupati (Inbup) Paser 2022 No. Ini ditentukan dalam 9.

Jika Inbup Anda masih positif, Anda harus melakukan tes urin lagi dalam 3 bulan ke depan. Jika hasilnya masih positif, upaya rehabilitasi dilakukan atas biaya ASN dan PTT.

Mass mengatakan dia akan menyerahkan kepada pihak berwenang untuk tindakan hukum jika tes urin mengungkapkan dia memiliki obat-obatan dan zat adiktif lainnya. Untuk ASN dan PTT yang tidak hadir pada saat pemeriksaan urine mendadak, Masitah secara tegas meminta agar mereka pergi ke Lembaga Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Paser.

Masite mengatakan, “Kalau kami tidak habis (dengan Labkesda) kami akan menangguhkan penggajian dan TPP ASN akan ditangguhkan untuk PTT”.

Saat ditanya apakah Pemkab Paser akan mengamanatkan urinalisis bagi PTT yang memperpanjang kontrak, Masitah mengatakan sanksi itu akan ada dalam Inbup 2022 No. Itu hanya mengatakan itu kompatibel dengan 9. Dia menyimpulkan, “Ini tidak disebutkan dalam instruksi wali.”

Masitah mengidentifikasi sampel urin dari 836 staf yang tersebar di berbagai departemen rawat jalan di Pemkab Paser. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh BNK. Selain ASN dan PTT, sekitar 250 mahasiswa sarjana dan perguruan tinggi akan diuji urinenya secara acak.

Silakan tonton video spesifik berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *