November 30, 2022
Spread the love

Beberapa wilayah di Indonesia dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir. Menurut data Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), banjir di sepanjang Pangandaran Siam di Jawa Barat menyebabkan tanah longsor dan 517 Ha sawah terendam sehingga menyebabkan tanah longsor di Sigerok, Bogor. Menyebabkan kematian.

Jawa Tengah disebabkan luapan sungai yang membanjiri 21 kelurahan Irma. telah terjadi pada 23 Mei 2022, kata Ulyhasten, peneliti di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer pada Lembaga Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bandung.  link bolacash

Menurut Irma, potensi banjir yang mulai merebak sepanjang musim kemarau tahun ini ada mulai Maret 2022.

Berdasarkan data Kajian Awal Pertengahan Musim (KAMAJAYA) yang dilakukan oleh BRIN, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Jawa, mengalami basah atau tidak mengalami kekeringan sama sekali.

Irma menjelaskan daerah-daerah seperti Bogor, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Purwokerto, Yogyakarta, dll.

Selain itu, beberapa daerah ini rentan terhadap hujan lebat karena curah hujan rata-rata dapat mencapai 400 mm atau lebih dalam periode dasar atau 10 hari.

“Kejadiannya hari ini, seperti bulan ketiga Mei (21-31 Mei),” kata Irma, “tetapi Mei masih dalam tahap awal peningkatan curah hujan yang signifikan saat musim kemarau.”

Kedua, ketiga, dst., curah hujan dapat terus meningkat di banyak wilayah Indonesia tergantung pada anomali iklim global.

“Fenomena IOD negatif menunjukkan peningkatan suhu permukaan laut di bagian timur Samudera Hindia tropis dekat Sumatera, Indonesia, sedangkan suhu permukaan laut mendingin di bagian barat Samudera Hindia dekat Afrika,” jelas Erma.

Irma menjelaskan dampak negatif IOD di wilayah Indonesia sama dengan La Nina yang menyebabkan anomali basah terutama di Indonesia bagian barat (Sumatera-Jawa) lebih dekat dengan Samudera Hindia.

Selain IOD negatif, fenomena lain yang dapat meningkatkan kemungkinan hujan lebat selama musim kemarau di Indonesia adalah pembentukan badai pusaran di selatan khatulistiwa dekat Sumatera, Jawa.

Faktor lain yang memperparah kemungkinan banjir di musim kemarau adalah aktivitas gelombang ekuatorial tropis seperti Kelvin atau Rossby.

Gelombang yang mirip dengan Madden Julian Oscillation (MJO) juga terjadi selama monsun musim panas Asia dan dikenal sebagai Northern Summer Internal Oscillation (BSISO).

Efek pada pembentukan gugusan awan masif yang bergerak secara simultan dari selatan ke utara, dari daratan India ke benua Asia, melalui Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.

Karena Indonesia terletak dekat dengan Bahrain, sebagian wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa dan Kalimantan juga terkena dampak berupa aktivitas awan dan peningkatan curah hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *