Oktober 5, 2022
Spread the love

Hari Ulang Tahun Ende Pancasila yang diadakan pada tanggal 1 Juni setiap tahun, merupakan pengingat penting akan cita-cita para Founding Fathers untuk menciptakan komunitas yang hidup bersama dalam semangat gotong royong dalam keberagaman.

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuat Topik Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Mandiri.

Nadim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikpodristik) mengatakan, “Pelaksanaan pendidikan Pancasila melalui kurikulum mandiri menghadirkan proses pembelajaran yang menarik dan relevan bagi anak-anak kita untuk memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. ” . Anwar Makarim berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada Manifesto Pendidikan Bancasila dari Kurikulum Pendidikan Nasional yang diluncurkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk merayakan hari lahir Pancasila di Ujung Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6). link bursa bola

Aplikasi bertema pendidikan Pancasila ini merupakan komitmen pemerintah untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Mulai tahun ajaran 2022/2023, materi pendidikan Pancasila dalam Silabus Merdeka akan diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di tingkat PAUD, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi di seluruh Indonesia.

6 profil tersebut diambil dari nilai-nilai Pancasila termasuk keyakinan dan ketakutan. Ketuhanan dan Karakter Mulia, keberagaman, global, tidak ketergantungan, gotong royong, berpikir kritis, kreativitas,” jelas Mendikbud.

Menurut konsep penderitaan sakit, salah satu nilai inti yang diusung oleh Pancasilla, kerjasama untuk membentuk generasi penerus kepribadian penting berdasarkan nilai-nilai Pancasilla.

Buku-buku yang disusun oleh BPIP memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran pendidikan Pancasila dalam kurikulum mandiri,” kata Nadim.

Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pembukuan Nomor 3 Tahun 2017, buku-buku yang dikumpulkan oleh BPIP akan menjadi bahan referensi utama pendidikan Pancasila bersama dengan buku-buku pelajaran yang dikumpulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di masa depan.

Sehubungan dengan itu, Direktur BPIP Yudian Wahyudi mengatakan bahwa Pendidikan Pancasila harus menjadi bagian integral dari kurikulum nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022.

Yudian menambahkan, “Sebagai organisasi yang mendukung ideologi Pancasila, BPIP terus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Teknologi dalam pengembangan materi pendidikan terkait pendidikan Pancasila.”

Anindeto Adetomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Penilaian Pendidikan (BSKAP), mengatakan penilaian nasional memungkinkan pemerintah dan lembaga pendidikan untuk menentukan lingkungan belajar setiap kabupaten atau unit pendidikan.

Aninedetto juga menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Program Peningkatan Pendidikan Dasar dalam pengembangan kurikulum, terutama dalam pengembangan hasil belajar pendidikan Pancasila dalam kurikulum mandiri.

Presiden BSKAP menambahkan: “Kurikulum sudah mencakup empat pilar kewarganegaraan: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Benika Tongal Ika.”

Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden MPR RI, Wakil Presiden MPR RI (Ahmed Basara), Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), perwakilan Badan Riset dan Inovasi (BRIN) dan Presiden MPR RI. Jajaran direktur. Perhimpunan Perguruan Tinggi Nasional Indonesia (PERTINASA) dan Direktur Pusat Buku Supriyatno.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.