September 29, 2022
Spread the love

Bank Indonesia (BI) Balikpapan masih memprediksi inflasi Juni 2022. Ada beberapa faktor yang diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi. Diantaranya adalah kenaikan harga telur ayam ras pedaging di wilayah pasokan di Jawa dan Sulawesi, kenaikan harga daging sapi akibat pembatasan pasokan di Jawa, dan tambahan masa karantina penyakit mulut dan kuku (PMK).

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia R Bambang Setyo Pambudi, mewakili Balikpapan pada Jumat 6 Maret 2022. 

Inflasi di Balikpapan Mei 2022 diketahui sebesar 0,52% (juta metrik ton), lebih tinggi dari April 2022 sebesar 1,33% (juta metrik ton). slot link

Sementara itu, tingkat inflasi Balikpapan secara tahunan mencapai 4,87% (YoY), cukup tinggi dibandingkan Kalimantan Timur (4,27% YoY) yang melebihi laju inflasi nasional (3,55% YoY).

Menurut Bambang, inflasi pada bulan laporan disebabkan oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan kontribusi sebesar 0,29% (juta metrik ton). 

Inflasi pada kelompok ini disebabkan kenaikan harga ayam panggang di tengah penurunan pasokan DOC pasca libur lebaran. Inflasi juga didorong oleh kenaikan harga tomat dan sayuran lainnya seperti daun bawang, lobak dan kacang panjang karena hujan lebat mengurangi pasokan di wilayah tengah.

Inflasi juga terjadi pada kelompok Equipment, Equipment, dan Daily Home Maintenance yang didorong oleh kenaikan harga semen yang didorong oleh kenaikan harga batubara global.

Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan terus bersinergi menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi agar inflasi tetap rendah dan stabil. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berbelanja dengan bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.