September 29, 2022
Spread the love

Rabu (8/6/2022) WIB 12.32 Gempa berkekuatan 5,8 skala richter melanda kota Mamugo, Susullawesi, pada WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 43 km barat daya Mamugo, Sulawesi, pada 2,74 derajat LS, 118,54 derajat BT, dan kedalaman 10 km.

BMKG mengatakan gempa tersebut tidak mungkin tsunami, tetapi warga harus mewaspadai kemungkinan gempa susulan. link bola terpercaya

Akun infoBMKG menulis pada Rabu (8 Juni 2022) “Tidak ada kemungkinan tsunami.”.

Daryono, Kepala Bidang Penanggulangan Gempa dan Tsunami BMKG, mengatakan gempa Mamugo merupakan gempa dangkal karena lokasi dan kedalaman episentrumnya rendah. “Akibat aktifnya aktivitas rekahan Pantai Mamogo,” ujarnya.

Gempa M 5.8 di Mamu, Sulawesi Barat, memiliki mekanisme sumber slip-slip dan tidak dipicu oleh sumber seismik dorong Mamu.

Apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah gempa bumi.

sebelum:

Pastikan struktur dan lokasi rumah Anda dapat terlindung dari bahaya gempa bumi seperti tanah longsor atau likuifaksi. Menilai dan merenovasi struktur bangunan untuk menghindari bahaya gempa.

Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: Perhatikan letak pintu, elevator, dan tangga darurat. Juga, temukan tempat teraman untuk mengungsi.

Pelajari pertolongan pertama dan cara kerja alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor telepon penting yang dapat Anda hubungi jika terjadi gempa bumi.

Posisikan furnitur pas di dinding untuk mencegahnya terbalik, terbalik, atau terbalik selama gempa bumi.

Letakkan benda berat serendah mungkin. Periksa stabilitas benda-benda yang tergantung yang mungkin jatuh saat gempa

-Simpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang rapuh untuk menghindari kebakaran.

– Sediakan alat-alat penting di mana-mana: kotak P3K, senter/obor baterai, radio, suplemen nutrisi, dan air.

Saat terjadi gempa:

– Jika Anda berada di dalam gedung: Bersembunyi di bawah meja untuk melindungi diri dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan, temukan tempat teraman dari puing-puing dan gundukan, dan lari keluar jika memungkinkan.

– Jika Anda berada di luar gedung atau di area terbuka: Hindari bangunan di sekitarnya, seperti gedung, kabel listrik, dan pepohonan. Perhatikan di mana Anda berdiri dan hindari retakan di tanah.

– Jika Anda mengendarai mobil: Jika terjadi perpindahan atau kebakaran, keluarlah dari mobil Anda, menjauhlah dan hindari.

– Jika Anda tinggal atau berada di pantai: Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: Hindari daerah yang rawan longsor saat gempa.

Setelah gempa:

– Jika Anda berada di dalam gedung: Harap keluar dari gedung dengan tertib. Jangan menggunakan elevator atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa cedera dan berikan pertolongan pertama. Jika Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda terluka parah, hubungi atau minta bantuan.

– Periksa keadaan sekitar: Jika terjadi kebakaran, kebocoran gas, korsleting. Periksa aliran dan pipa air dan periksa benda-benda berbahaya.

– Jangan memasuki bangunan yang terkena gempa, karena mungkin masih ada puing-puing yang tertinggal.

– Jangan berjalan di area sekitar gempa, karena potensi gempa susulan masih ada.

– Dengarkan informasi tentang gempa bumi di radio (dalam gempa susulan). Anda tidak dapat dengan mudah marah pada rumor atau berita dari sumber yang tidak dikenal.

– Mengisi kuesioner yang disediakan oleh instansi terkait untuk mengetahui sejauh mana kerusakan.

– Jangan panik dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan dan keselamatan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.