Februari 3, 2023
Spread the love

Cara menghitung kehamilan menjadi catatan penting bagi ibu hamil. Masa kehamilan rata-rata adalah 40 minggu. Mengambil statistik kehamilan dapat membantu Anda memantau pertumbuhan bayi Anda.

Baca juga

Secara umum, ada metode penghitungan kehamilan yang dibakukan oleh banyak dokter dan bidan. Cara menghitung beban ini adalah dengan menggunakan perhitungan HPHT. Kehamilan HPHT dihitung berdasarkan periode menstruasi terakhir Anda. judi togel

Menggunakan HPHT untuk menghitung kehamilan dapat dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan dan perkiraan tanggal lahir bayi. Akun ini sangat berguna dalam mempersiapkan kehamilan dan persalinan.

Cara menghitung kehamilan mudah dilakukan sendiri. Begini cara Liputan6.com menghitung kehamilan mulai dari perkiraan usia kehamilan dan persalinan, dirangkum Rabu (1/6/2022) dari berbagai sumber.

Cara menghitung usia kehamilan dengan menghitung hari pertama haid terakhir atau HPHT. HPHT adalah tanggal mulai haid Anda. Pada hari ini, wanita mengalami hari pertama menstruasi.

Metode penghitungan kehamilan menggunakan HPHT telah menjadi standar penghitungan bagi banyak dokter kandungan dan kandungan. HPHT juga berkaitan dengan HPL atau perkiraan ulang tahun. HPHT memungkinkan dokter untuk menghitung perkiraan kelahiran bayi.

HPHT adalah hari pertama haid dalam satu bulan terakhir sebelum seorang wanita berhenti haid dan dinyatakan hamil. Dengan HPHT, Anda bisa mengetahui usia kehamilan Anda dalam beberapa minggu.

Dokter menghitung usia kehamilan berdasarkan hari pertama seorang wanita melewati hari pertama periode menstruasi terakhirnya. HPHT dipertimbangkan pada hari-hari pertama kehamilan. Untuk menentukan usia kehamilan, cukup dengan mengingat kapan hari pertama haid terakhir.

Misalnya HPHT terjadi pada tanggal 14 November, maka pada tanggal 5 Oktober Anda sedang hamil tiga minggu.

Metode penghitungan tanggal lahir juga menggunakan HPHT. Cara menghitung perkiraan tanggal lahir (HPL) menggunakan rumus Naegele. Formula Naegele ditemukan oleh Franz Karl Naegele, seorang dokter kandungan dan ginekolog Jerman pada abad ke-19. Ada dua rumus Naegele.

Jika HPHT terjadi pada bulan Januari-Maret, rumusnya adalah:

Tahun: Tetap

Bulan: Ditambah 9

Hari ini: Ditambah 7

contoh:

HPHT terjadi pada tanggal 2 Februari 2020, dan perhitungan HPL adalah sebagai berikut:

Tahun: Tetap 2020

Bulan: 2 + 9 = 11

Hari: 2 + 7 = 9

Jadi perkiraan ulang tahun bayi Anda adalah 9 November 2020.

Jika HPHT terjadi pada bulan April-Desember, rumusnya adalah:

Tahun: ditambah 1

Bulan: dikurangi 3

Hari ini: Ditambah 7

contoh:

HPHT terjadi pada tanggal 5 September 2020 dan perhitungan HPL adalah sebagai berikut:

Tahun: 2020 + 1 = 2021

Bulan: 3-9 = 6

Hari: 5 + 7 = 12

Jadi perkiraan ulang tahun bayi Anda adalah 12 Juni 2021.

Metode penghitungan tanggal perkiraan kelahiran menggunakan rumus Naegele hanya berlaku untuk wanita dengan siklus menstruasi normal 28 hari. Untuk wanita dengan siklus tidak teratur atau kurang dari 28 hari, Anda dapat menggunakan rumus Barrick untuk menghitung perkiraan hari persalinan.

Perhitungan ini dilakukan dengan menghitung waktu ovulasi, yaitu waktu siklus haid dikurangi 14 hari.

Rumus Barrick adalah:

HPHT + 9 bulan + (siklus haid – 21 hari)

Misalnya:

Karena HPHT terjadi pada 1 Oktober 2020 dan siklus haid berlangsung selama 35 hari, berikut cara penghitungannya:

1 Maret + 9 bulan + (35-21) = 1 Desember + 14

Jadi perkiraan tanggal anak tersebut adalah 15 Desember 2020.

haid teratur

Cara menghitung kesuburan untuk wanita dengan siklus menstruasi yang teratur adalah dengan mengurangi hari pertama dari siklus menstruasi berikutnya dengan 14.

Contoh: Menstruasi dimulai pada tanggal 2 Juli. Jika siklus menstruasi Anda 28 hari, tambahkan 28 hari. Hasilnya adalah hari pertama haid berikutnya, yaitu 30 Juli. Selanjutnya, kurangi 14 dari 30 untuk mendapatkan hari-hari subur. Jika 30-14 = 16, masa subur Anda adalah 16 Juli.

haid tidak teratur

Cara menghitung masa subur seorang wanita saat haid tidak teratur memang bisa sedikit rumit dan memakan waktu. Ini karena Anda perlu mengetahui siklus menstruasi Anda setidaknya selama 6 bulan.

Satu siklus haid dihitung dari hari pertama haid sebelumnya sampai hari pertama haid berikutnya. Selanjutnya, hitung dengan cermat jumlah hari dan setiap siklus menstruasi 6 kali berturut-turut untuk menentukan hari mana yang juga terpanjang dan terpendek.

Contoh: Siklus menstruasi Anda selama 6 bulan berturut-turut adalah 29, 31, 27, 28, 26, dan 30 hari. Dalam contoh ini, siklus menstruasi terpendek adalah 26 hari dan siklus terpanjang adalah 31 hari. Anda bisa mengetahui kesuburan Anda di sini.

Biasakan diri Anda dengan siklus menstruasi terpendek Anda (misalnya 26 hari). Kurangi 18 dari angka ini dan Anda mendapatkan 6. Angka ini merupakan hari pertama dari hari-hari paling subur. Cari siklus menstruasi terpanjang berikutnya (misalnya 31 hari). Kurangi angka 11 dari angka ini dan hasilnya adalah 20. Angka ini merupakan hari terakhir usia subur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *