Oktober 4, 2022
Spread the love

Laporan wartawan Jawa Barat Firman Suryaman

Tasikmalaya – Kecelakaan maut di Barongsari, Siamis, Sabtu siang (21 Mei 2022) menyisakan cerita di belakang Rokia, 65 tahun.

Pada akhirnya, empat orang tewas dan 24 penumpang terluka dalam kecelakaan itu.

Korbannya adalah Rokia, 65 tahun, asal Tangerang, Banten, dr Kota Tasikmalaya. Ia dirawat di RSUD Sukarjo.  situs judi slot online 2022

“Oh, itu menakutkan,” kata Ruqayya saat bertemu dengannya di ruang gawat darurat tadi malam.

Ruqayya dapat berbicara dengan lancar karena dia hanya mengalami luka ringan, dan kursi depan disemprot dengan bahan bangunan dari sebuah rumah yang ditabrak bus.

Rukia mengatakan, kondisi jalan dari Bangalo, Ciamis hingga Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya semakin buruk dan bus sering berhenti.

“Ketika kami tiba di tempat kejadian, sebuah bus tiba-tiba mengikuti mereka sambil berteriak,” kata Lokia.

Penumpang langsung panik. Jeritan penumpang wanita diwarnai dengan teriakan Allahu Akbar yang menggema di dalam bus.

“Saya mendengar remnya rusak. Setelah beberapa saat saya terjebak di kursi depan. Kemudian sebuah plosif kecil jatuh dari dinding dan yang lainnya mengenai wajah saya,” kata Ruqayya.

Lokia melihat situasi dan menyadari bahwa bus menabrak rumah dan terjebak di sana. Penumpang langsung masuk.

Menurut Rokia, jumlah jemaah haji Tangerang mencapai sekitar 100 orang dengan dua bus.

“Awalnya kami haji dari Cirebon. Kami berangkat dari Tangerang pada Jumat malam (20/5). Kami langsung dari Cirebon menuju bungalow pada Sabtu sore,” kata Rukia.

Setelah meninggalkan bungalo, rombongan memutuskan untuk pergi ke Bamijahan, Bupati Tasikamalaya, di mana makam Sesh Abdul Muhyi berada.

Jalan menuju Pamijahan melalui jalan lokal dengan trek menurun yang panjang, jalur Panjalu-Panumbangan Ciamis.

Bencana tidak bisa dihindari. Di Barungsari, Kabupaten Banumbang, empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat rem bus tidak berfungsi.

pengakuan penumpang

DK 7307 WA Kecelakaan Bus Wisata Terluka Puluhan Jemaat Wisata Religi Terluka Akibat Rem Tidak Berfungsi Pada Sat 21/5/21/5/Sab, Ciamis, Kecamatan Panumbangan, Desa Payungsari, Dusun Paripurna, Tanjakan Pari, Dusun Paripurna 2022) Pukul 18.00 3 di antaranya dirawat di UGD RSUD Ciamis.

Masing-masing dari mereka adalah Muhammad Shahda, 64 tahun, istrinya Soleihat, 47 tahun, dan putri mereka Hasna yang berusia 4 tahun.

Nyonya Salihart dan anaknya hanya mengalami luka ringan.

Mereka berasal dari Desa Grobogan di kawasan Sukamolia, Balraga, Tangerang, Banten.

Sementara itu, Muhammad Sahada mengalami cedera kepala dan harus menjahit beberapa jahitan.

Ketiganya dipindahkan dari Puskesmas Fayungsari Pannumbang ke RS Siam.

“Dulu, saya meninggalkan Payeong-sari sekitar pukul 19.00, tetapi saya tiba setelah pukul 21.00.

Ako, sopir ambulans yang mengangkut ketiga korban dari Puskesmas Paungsari ke RS Siam mengatakan, “Lalu lintas sangat padat dan banyak kendaraan menunggu untuk mengevakuasi bus yang terlibat dalam kecelakaan itu.”

Sedangkan menurut versi Bu Salihat, rombongan wisata religi tersebut berangkat dari Balaaraja Tangerang sekitar pukul 23.00 WIB menjelang tengah malam pada Jumat (20 Mei 2022).

Mereka naik dua bus dan masing-masing bus penuh.

Itinerary dua hari dari Tangerang ke Cirebon, kemudian melalui Situ Lengkong Panjalu ke Pamijahan di Tasikmalaya.

“Rencana terakhir mau ke Kian Santang. Tadi malam dia berangkat tengah malam. Tujuan pertama ke Cirebon lalu langsung ke Situ Lengkong Panjalu.

“Saya baru saja berangkat ke Pamijahan dari Bangalore,'” kata Soleiheart kepada penerbangan darurat di Rumah Sakit Siam.

Menurut Solihat, sesaat setelah mereka meninggalkan bungalow setelah turun dari Jalan Tangkan Bari, rute bus tampak sangat cepat lepas kendali.

Saat sopir mengatakan rem bus putus, penumpang panik. Suami dan anak-anak saya duduk di barisan depan di sebelah kanan. Ya jelas panik. Banyak orang membaca dan memperbesar. Jalan turun akan terjadi saat matahari terbenam.”

Menurut Salihart, bus itu penuh penumpang.

“Penumpangnya penuh dan ada 60 orang termasuk anak-anak” kata Ny. kata Soleihat.

Bus yang tak terkendali itu dikabarkan baru berhenti setelah menabrak rumah warga.

“Sepertinya tidak ada penumpang yang tergusur. Suami dan anak saya masih di dalam mobil. Kemudian warga membantu.”

Saat bus lepas kendali karena diduga rem blong, diperoleh informasi bahwa bus tersebut bertabrakan dengan tiga kendaraan: mobil di garasi, mobil pikap, dan mobil jeep di jalan.

Ada tiga sepeda motor di jalan yang menewaskan dua pengendara sepeda motor.

Mobil juga menabrak sebuah toko dan akhirnya berhenti setelah menabrak rumah Mashuri di Siam, Banumbangan, Desa Bayongsari, Dusun Baripurna. (Kata Suryaman / Seely Andina Meranti)

Artikel ini diposting di TribunJabar.id dalam kecelakaan mengerikan yang disebabkan oleh tabrakan fatal bus istirahat di Siam, penumpang berteriak ‘Allahu Akbar! ‘ ‘,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.