Oktober 4, 2022
Spread the love

Abraham Wirutomu, pakar kunci di Kantor Presiden, menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat meski situasi pandemi COVID-19 terkendali. Menurutnya, gaya hidup sehat adalah tanggung jawab masyarakat saat ini.

Dengan cara ini, Ibrahim mengatakan bahwa orang tidak perlu lagi diawasi atau dipaksa. Salah satunya menggunakan masker. Namun, ia mengingatkan masyarakat bahwa kesadaran untuk menjaga protokol kesehatan merupakan salah satu alat ukur untuk mengidentifikasi pandemi dan sedang dikendalikan dan dipersiapkan untuk memasuki fase wabah. gacor slot

Seperti memakai masker atau semacamnya,” dalam siaran persnya, Jumat (2022). Maret. 6).

Untuk mengakhiri epidemi, katanya, pemerintah akan terus mengingatkan masyarakat untuk bertanggung jawab atas kesehatan pribadi dan lingkungan mereka.

Ibrahim mengatakan, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa masyarakat benar-benar teredukasi, dipahami, dan mampu mengambil keputusan ketika masalah kesehatan muncul.

Saat ini, Abraham juga mengatakan bahwa dinamika telah terkendali selama 12 minggu dan 3 bulan terakhir. Sehingga dia yakin pandemi COVID-19 bisa berakhir tahun ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan transisi dari pandemi COVID-19 menjadi endemik akan memakan waktu setidaknya enam bulan atau lebih. Setelah itu, pemerintah akan memantau perkembangan isu yang tertunda dan memutuskan kebijakan ke depan.

Jokowi menjelaskan saat peninjauan. “Masih sekitar 6 bulan masa transisi. Kalian bisa lihat seperti apa. Baru lepas masker nanti kalau di luar ruangan dan lepas kalau pakai masker di dalam.

Menkeu menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa mendirikan negara endemik seperti negara lain. Pemerintah menyiapkan enam bulan untuk menentukan apakah Indonesia bisa berubah menjadi penyakit endemik.

“Pokoknya ada masa transisi, jadi hati-hati. Saya tidak ingin seperti negara lain. Saya bahkan tidak memakai masker.”

Ia mengatakan, pemerintah akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan terkait COVID-19.

Seperti yang dijelaskan Jokowi: “Apapun yang kita lakukan, ada langkah-langkah yang tidak perlu kita akselerasi karena kita punya pengalaman. Itu semacam delta, semacam waktu mikron, jadi kita harus hati-hati dan waspada,” jelas Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.