September 29, 2022
Spread the love

Pada Kamis 2 Juni 2022, cuaca pagi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Japoditapek) diperkirakan berawan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan pada siang hari di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. slot demo

Baca juga

Sementara itu, seluruh langit Ibu Kota Jakarta diperkirakan berawan dan cerah pada malam hari.

Peringatan Dini BMKG “memperhatikan kemungkinan terjadinya badai petir dan angin kencang dalam waktu singkat pada sore dan malam hari di wilayah selatan Jakarta”.

Hujan ringan hingga sedang juga diperkirakan terjadi pada siang hari di buffer zone, Bekasi di Depok dan Kota Bogor di Jawa Barat.

Peringatan BMKG: “Waspadalah terhadap kemungkinan badai petir dan hujan disertai angin kencang antara siang hingga tengah malam, antara Depoxy, Bogor, Karawang, Bekasi, Siam dan Banjar.” dikatakan. lebih awal.

Demikian pula Kota Tangerang di Banten diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang pada siang hari.

Peringatan Dini BMKG menjelaskan: “Mewaspadai kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang Tengah dan Selatan, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Timur.”

Dwikorita Karnawati, sebelumnya Ketua Badan Meteorologi, Iklim dan Geofisika (BMKG), membuka Konferensi Peringatan Dini Multibahaya (MHEWC-III) ke-3 di Bali pada Senin 23 Mei 2022. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memulai acara dengan pejabat senior PBB yang menangani masalah bencana.

Acara ini diadakan sebagai tindak lanjut dari Sendai Framework pada tahun 2015. Sebelumnya, ada dua pertemuan di Meksiko dan Swiss. Beberapa tema kunci untuk 2022 adalah perubahan transformasional, pemahaman risiko, peran perempuan, inklusi, sains, teknologi dan inovasi, serta kemitraan.

Dwikorita menekankan pentingnya kerjasama dan kearifan lokal sebagai ketahanan yang kondusif untuk peringatan dini bencana. Fleksibilitas menjadi lebih kuat bila dikombinasikan dengan teknologi.

Dalam konferensi di Bali, Dwikorita Karnawati mengatakan: “Ketahanan koperasi tidak hanya harus dikembangkan di tingkat nasional, tetapi juga dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah, pemimpin lokal atau adat, dan masyarakat berdasarkan pengetahuan dan kearifan.” .

Dwikorita telah menunjukkan bahwa kearifan dan pengetahuan tradisional memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku masyarakat serta keberhasilan peringatan dini bencana. Ia juga mengatakan bahwa hal ini dapat didukung oleh teknologi.

“Ini disebut sistem peringatan dini sosio-teknologi campuran, dan itu tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan,” kata Dukureta.

Dwikorita juga menilai acara tersebut digelar pada waktu yang tepat di tengah masa pemulihan dari COVID-19. Ketahanan bencana dikatakan sebagai bentuk penting dari ketahanan nasional, serta ketahanan sosial dan ekonomi.

Konferensi ini merupakan bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). Presiden Jokowi akan hadir besok, 25 Mei 2022.

Duduk bersebelahan dengan Dwikorita, Direktur UNDRR Mami Mazutori meminta para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih memahami dan mengumpulkan ide-ide tentang pencegahan bencana.

Fokus Mami adalah melibatkan perempuan dan kelompok rentan lainnya dalam masalah ini juga sehingga peringatan bencana dapat membantu sebanyak mungkin orang sehingga sistem yang berpusat pada manusia dapat diterapkan.

Penekanan Mami adalah pada data, pengetahuan risiko, manajemen risiko, dan kesiapan.

Implementasi upaya sistem alarm Ada beberapa risiko di awal kehidupan.

UNDRR juga akan diterbitkan dalam Buku Pegangan Peringatan Dini Bencana bagi Praktisi. Panduan ini akan dipresentasikan pada COP26, sehingga peserta pertemuan diharapkan memberikan pandangan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.