Oktober 5, 2022
Spread the love

Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) Jakarta mengumumkan hari ini (15/6/2022) potensi angin dan petir di berbagai wilayah DKI Jakarta pada Rabu (15/6/2022) berpotensi terjadi. Sementara cuaca di Jakarta pagi ini mendung disertai hujan.

Siaga Cuaca Dini BMKG, Rabu, mengatakan bahwa “perhatian terhadap kemungkinan hujan disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan sebagian Jakarta Timur pada sore dan malam hari” pada Rabu.

BMKG memperkirakan cuaca mendung akan mendung di tiga kota pendukung Jakarta, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi. Hujan sore ini di 3 kota dan badai petir di beberapa kota.  link bola online

Sementara itu, BMKG memperkirakan cuaca cerah dan hujan di Tangerang pada pagi, siang, dan malam hari ini.

Sementara itu, Dwikorita Karnawati, Direktur Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG), mendesak para insinyur Indonesia untuk bekerja sama mengatasi berbagai ancaman bencana yang ditimbulkan oleh perubahan iklim atau bantuan vulkanik.

Menurutnya, peran insinyur dalam upaya mitigasi dampak bencana alam sangat dibutuhkan.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di Cincin Api, dengan aktivitas seismik yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, banjir bandang, banjir rob, angin topan, dan tanah longsor.

“Ini tantangan kita semua, termasuk para insinyur di Indonesia, harus bersinergi untuk mencapai zero korban,” kata Dwikorita di Webinar Dies Natalis ke-70 Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (Sabtu 6 April 2022). .

Ia mengatakan dengan memposisikan masyarakat sebagai mitra aktif, para insinyur Indonesia harus selalu memprioritaskan atau mengintegrasikan manajemen risiko bencana ke dalam semua operasi perencanaan, penyebaran, operasi dan pemeliharaan infrastruktur.

Mereka juga akan terus membutuhkan pemberdayaan melalui Dwikorita, pendidikan dan literasi agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemeliharaan, pemeliharaan dan pengoperasian infrastruktur yang dibangun.

Dengan demikian, menurut dia, efisiensi dan keamanan infrastruktur atau sistem yang dibangun secara berkelanjutan dapat tercapai.

Masyarakat perlu memperkenalkan para insinyur pada desain bangunan baru dan bahan bangunan yang lebih baik untuk mengurangi risiko kegagalan bangunan akibat gempa.”

Dimulai dengan hujan lebat disertai kilat dan guntur, siklon tropis, gelombang tinggi, hujan es atau kekeringan berkepanjangan.

Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi secara komprehensif dan terukur di semua pihak dan tingkat masyarakat untuk mengekang laju perubahan iklim serta untuk beradaptasi dan memitigasi dampaknya.

Menurut dia, jika situasi saat ini terus berlanjut, suhu di seluruh pulau besar Indonesia akan meningkat sebesar 3,5-4 derajat Celcius pada tahun 2100. Ini adalah peningkatan empat kali lipat dibandingkan dengan tingkat pra-industri. Akibat kenaikan suhu ini, diperkirakan es di puncak Gaya Wijaya Papua akan hilang seluruhnya pada tahun 2025.

 Misalnya, Topan Seroza dari NTT pada tahun 2021 tidak boleh terjadi di daerah ini. peristiwa “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.