September 29, 2022
Spread the love

Mirigal Noor, Direktur Pribadi Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, mengatakan total dana abadi pendidikan diperkirakan mencapai Rp 120 triliun dari 2010 hingga 2022.

Untuk tahun 2022 sendiri, pemerintah telah menyiapkan dana sumbangan pendidikan sebesar Rp 20 triliun, namun dana tersebut belum sepenuhnya dibelanjakan. Dari 2010 hingga 2021, sumbangan dari sektor pendidikan mencapai Rp 99,1 triliun. gacor slot

Sampai dengan tahun 2021, akumulasi donasi sektor pendidikan sebesar 99,1 triliun rupiah adalah pendidikan sebesar 81,11 triliun rupiah, donasi penelitian sebesar 7,99 triliun rupiah, dana universitas 7 triliun rupiah, dan dana budaya sebesar 3 triliun rupiah.

Merigal menjelaskan, untuk Dana Simpanan Sektor Pendidikan Perpres Nomor 111 Tahun 2021, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menunjuk pengelola dana.

Dana yang dikelola oleh LPDP adalah Dana Beasiswa Pendidikan, Dana Hibah Penelitian, Dana Wakaf Perguruan Tinggi, dan Dana Wakaf Budaya.

Ia menegaskan, alokasi donasi di bidang pendidikan merupakan janji pemerintah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas dan berlanjut hingga saat ini.

Menurut penjelasan yang diberikan, alokasi dana abadi (endowment fund) di bidang pendidikan terus meningkat setiap tahun, meningkat dari Rp 1 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 3,6 triliun pada tahun 2011. Dan pada 2012, menjadi 10,6 triliun rupee pada 2012.

Namun, sejak 2013 hingga 2015, donasi dari sektor pendidikan tetap berada di kisaran Rp 15,6 triliun. Terus meningkat menjadi Rp 20,6 triliun pada 2016, Rp 31 triliun pada 2017, Rp 46 triliun pada 2018, Rp 51 triliun pada 2019, Rp 70 triliun pada 2020, dan Rp 99 triliun pada 2021.

Namun, pemerintah telah berjanji untuk memberikan sumbangan tambahan untuk pendidikan pada tahun 2023.

Sebelumnya, pemerintah menggelontorkan dana ke tiga lembaga: Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI). Aliran dana masuk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 92 triliun.

Menteri Keuangan (Minco) Sri Mulyani Indrawati berharap ketiga lembaga tersebut dapat menunjukkan hasil yang nyata kepada publik. Tujuannya agar investasi pemerintah dapat mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia dan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang maksimal kepada masyarakat.

Sri Mulyani memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Jakarta, Rabu (30 Maret 2020). 2022).

Setiap organisasi menerima jumlah yang berbeda berdasarkan tujuannya. LPI akan digunakan untuk memperbaiki lingkungan investasi lokal dengan menyuntikkan Rp 60 triliun pada tahun 2021.

LPDP akan menerima $29 triliun IDR pada tahun 2021 untuk mendukung beasiswa dan pendanaan penelitian untuk penerima talenta yang luar biasa. Untuk memperluas kerjasama pembangunan internasional, LDKPI mencapai Rp2 triliun pada 2021 dan Rp1 triliun pada 2022.

Sri Mulyani meminta semua lembaga yang dibiayai pemerintah untuk memunculkan ide-ide dalam bentuk apapun, serta mewujudkan cita-cita mereka.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk iklan publisitas bahwa lembaga dan badan komersial diberikan dana pemerintah dalam bentuk PMN untuk mencapai berbagai tujuan kinerja tergantung pada sumber dana yang dikeluarkan.

Tujuannya adalah untuk memenuhi tugas negara. Dengan kata lain, menggunakan uang negara dan uang APBN seefisien mungkin dari penerimaan pajak, penerimaan APBN dan penerimaan pabean dari masyarakat, serta memungkinkan masyarakat merasakan kembali manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.