Desember 4, 2022
Spread the love

Kepala Operasi Pertolongan (Kabagbanops) Jakarta Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan pimpinan Khilafatul Muslimin adalah Abdul Qadir Paraja. Abdelkader ditangkap dua kali oleh Sensus 88.

Aswin mengatakan dalam pesannya: “Kita harus ingat bahwa ketua atau pemimpin kelompok ini terlibat dalam peristiwa teroris. Jadi, jika nanti kita mengambil informasi tentang Presiden Abdelkader Braga, Barga terkait dengan peristiwa teroris sebelumnya.” Dia dikatakan. Albayan, Rabu (6 Januari 2022). link bola terpercaya

Ia mengaku prihatin banyak yang tidak mengetahui latar belakang Abd al-Qadir al-Baraja, yang kemudian bergabung dengan Khilafah Islamiyah.

Catatan siapa yang mengundang orang itu adalah siapa yang mengemudikan ini. Sudah jelas sebenarnya.”

Dia adalah pemimpin Komando Jihad, musuh utama pemerintah dan militer Indonesia pada 1980-an. Sekarang dia adalah pemimpin khalifah Islam.

Ia memulai pendidikannya di Guntur dan kemudian melanjutkan tinggal di Lampung. Di masa mudanya ia dikenal dengan latihan berbasis NII/DI. Dia adalah tangan kanan Abu Bakar Bashir di Pesantren Ngruki.

Brazza sendiri dipenjara dua kali atas tuduhan terorisme. Yang pertama berkaitan dengan serangan teror perempuan 1979 dan pengeboman 1985 di masjid Borobudur di Jawa Timur dan Jawa Timur.

Program antiteror Densus 88 ini merupakan pengingat konsekuensi hukum dari orang-orang yang bergabung dengan kelompok khalifah Muslim yang baru saja dikawal dari wilayah timur Jakarta.

Kepala Kantor Dukungan Operasi mengatakan, “Jika seseorang mengundang kami lagi, kami sangat mendorong mereka. (Kepala Departemen Pendukung Operasi). (dalam Banubs) Sensus 88 Kontra Terorisme Polri Sisir 88 dalam keterangannya oleh Aswin Sergar, Rabu (1/6/2022).

Aswin menegaskan, program kontraterorisme Sensus 88 akan terus menggali motif konvoi Khilafah Islamiyah di Jakarta Timur. Pasalnya, kata dia, kelompok tersebut dekat dengan kelompok ekstremis lain yang pernah melakukan aksi terorisme di Indonesia.

Unit Pendukung Operasi Kontraterorisme (Kabajbanups) 88 Polisi Coombs Aswin Sirgar mengatakan khalifah Islam dekat dengan kelompok ekstremis Indonesia Negara Islam.

Aswin mengatakan dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022):

Menurut Aswin, khalifah Islam lebih sering menjadi kelompok yang melakukan aksi terorisme. Jadi dia ingin orang-orang menjauh dari kelompok-kelompok ini.

“Kelompok-kelompok ini secara historis sangat dekat. Faktanya, kami mengatakan kami sangat dekat dengan beberapa, ya, gerakan ekstremis dan kelompok teroris seperti Komite Mujahidin.”

Aswin meminta audiensnya tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan khalifah Islam dan kelompok ekstremis lainnya. Perhatian harus diberikan pada kurangnya pemahaman publik tentang ideologi kelompok ini.

Sebelumnya, Kontingen Penanggulangan Terorisme 88 juga menyelidiki operasi konvoi sepeda motor dengan banyak ciri khilafah yang melewati kawasan Kawang, Jakarta Timur. Insiden tersebut baru-baru ini menjadi topik hangat di media sosial karena videonya menjadi viral di internet.

Panops Detasemen Penanggulangan Terorisme 88 Aswin Sirigar membenarkan Selasa (31/5/2022) bahwa “Sensus 88 telah bekerja sama dengan polisi terkait lainnya untuk memantau kejadian ini dan masih menyelidiki.”

Menanggapi hal itu, Polda Metro Jaya mengaku telah menyelidiki dan mengintervensi video yang diduga berasal dari Jakarta Timur tersebut.

Pol E Zulpan, Direktur Humas Kombes Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya mengatakan: “Jadi, sejak kami menerima data bahwa Polda Metro Jaya berlangsung di wilayah Jakarta Timur, maka dipastikan Polda Metro Jaya akan pelajari videonya.” (2022-05-30).

Zulpan mengakui, saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait masalah ini. Namun, dia memastikan polisi akan mencari informasi dan data terkait konvoi sepeda motor berstatus khilafah.

Zolvan menjelaskan, “Pertama, kami akan mencari data driver yang muncul di video.”

@Miduk17 menulis: “PakmohmahfudmdDivisiHumas_Polri Mengapa kalian meninggalkan kafilah ini? Bukankah negeri ini sudah sepakat untuk melarang para khalifah?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *