September 29, 2022
Spread the love

Busan – 2 Juni 2022 Duta Besar Indonesia untuk Korea Gandhi Sulistianto membuka Indonesian Center pertama di Korea.

Busan University of Foreign Studies Indonesia Center didirikan pada Kamis, 2 Juni 2022 bekerja sama dengan KBRI Korea dan BUFS. Niat KBRI Korea dan BUFS di akhir tahun ini. Desember 2021. slot online terbaik

Dalam sambutan yang disampaikan oleh KBRI Korea, Gandhi Sulistianto, di KBRI Korea pada Jumat, 6 Februari 2022, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden BUFS atas dukungan penuhnya terhadap berdirinya Indonesian Center. KBRI Seoul sangat merekomendasikan Indonesia Center di Busan sebagai sarana untuk mempromosikan pemahaman budaya dan mempromosikan kerjasama antara Indonesia dan Korea.

Duta Besar Solis mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Saya percaya bahwa kerja sama budaya dapat berkontribusi untuk mempercepat pembangunan kedua negara kita. Kehadiran Indonesia Center dapat menjadi katalisator bagi kedua negara untuk membentuk kerjasama yang saling menguntungkan untuk mencapai Sustainable Development Goals,” ujarnya.

Sebagai rangkaian peringatan 50 tahun kerjasama Korea-Indonesia, diharapkan berbagai aspek kerjasama sosial budaya dapat terwujud di Indonesia Center.

Busan Indonesia Center akan dipimpin oleh Kim Ye-gyeom, dekan Fakultas Asia dan seorang profesor di BUFS. Profesor Ye-gyeom Kim adalah orang Indonesia dan memiliki pengalaman penelitian dan penelitian yang mendalam di Indonesia.

Selama masa pelaksanaan, Indonesian Center akan diawasi oleh sebuah komite pengarah yang terdiri dari KBRI Korea dan BUFS serta kelompok penasehat yang dipimpin oleh Kim Chang-beom (Duta Besar Korea untuk Indonesia selama 2018-2020).

CEO Chang-beom Kim juga berbicara tentang peran Indonesian Center, yang menunjukkan hubungan lama kedua negara di berbagai bidang.

Tiga mahasiswa Indonesia binaan BUFS ikut serta mendukung operasional Indonesian Center. Kegiatan Sekretariat juga didukung oleh Kamar Sekretariat BUFS.

Profesor Ye-geum Kim, yang menjabat sebagai direktur baru Indonesian Center, berbicara tentang berbagai kegiatan program, seperti pembukaan jaringan, kerjasama, dan penelitian bersama antara lembaga Korea-Indonesia seperti universitas, lembaga budaya, provinsi, kabupaten, dan kota di kedua negara. negara. Profesor Ye-geum Kim mengatakan, “Saya sangat menghargai semua kerja sama yang diusulkan dalam semangat sinergi dan gotong royong untuk mengembangkan Korea dan Indonesia, ibu kota kekayaan sosial budaya di Indonesia.”

Presiden BUFS Kim Hong-koo menyampaikan terima kasih kepada KBRI Korea yang telah mendukung berdirinya Indonesian Center. Menurutnya, kehadiran Indonesian Center ini sejalan dengan cita-cita dan program BUFS yang kini diterima dengan baik di banyak negara. Dengan hadirnya Indonesian Center, jumlah lembaga di center lain bertambah.

BUFS Indonesia Center menawarkan tempat pameran berupa buku bahasa, sastra, rumah, pakaian adat, batik, peta budaya, wisata, cagar alam, foto panorama Indonesia, produk Santri dan UMKM Indonesia dan virtual tour Arkeologi Trowulan. Sebuah situs yang menggunakan virtual reality (VR).

Pada acara pembukaan, panitia menampilkan tarian Sumarasanta mahasiswa Indonesia di Korea. Banyak juga jajanan tradisional Indonesia yang dihidangkan, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.