Desember 4, 2022
Spread the love

Jakarta – Keran ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya akhirnya dibuka kembali.

Presiden Joko Widodo memerintahkan pembukaan dan pemberlakuan ekspor segera dilakukan mulai Senin, 23 Mei 2022.

Menanggapi hal itu, Peter Abdullahi, Direktur Riset Indonesia di Center for Economic Reform (CORE), memuji langkah pemerintah membuka kembali tab ekspor CPO. jadwal slot gacor hari ini

Oleh karena itu, jika kebijakan larangan ekspor pemerintah dicabut, saya pikir itu adalah langkah yang tepat.”

Petani bisa menjual karangan bunga segar (TBS) kelapa sawit dengan harga tinggi, tergantung pasar.

Dengan cara ini, petani bisa mendapatkan keuntungan dan memberi mereka daya beli dan ekonomi akan tumbuh lagi di sentra-sentra pertanian minyak.

Selain itu, larangan ekspor CPO tidak bisa menjadi solusi untuk menurunkan harga minyak goreng secara drastis.”

Pasalnya, produksi dari hulu (TBS, CPO) hingga hilir (minyak goreng) sangat besar dan jauh lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri.

Larangan ekspor CPO dan turunannya akan menyebabkan peningkatan pasokan. Sementara itu, industri besar mendominasi rantai pasokan. Tentu saja, petani dan pemilik usaha kecil akan menjadi korban.

Harga TBS pasti turun. Faktanya, petani tidak dapat menjual makanan bebas lemak mereka dan kemungkinan besar mereka akan kehilangan pendapatan.

Hal ini pada gilirannya mengurangi daya beli sentra-sentra penanaman kelapa sawit.

Di sisi lain, industri besar yang kehilangan keuntungan akibat larangan ekspor dapat mengurangi kerugiannya dengan tetap menjual minyak goreng dengan harga tinggi di Korea.

Seperti yang terjadi, harga minyak goreng tidak turun selama larangan ekspor CPO.

Peter juga menyarankan agar pemerintah lebih cerdas dalam mengambil keputusan kebijakan.

Sumber: Contan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *