September 29, 2022
Spread the love

Pada Kamis (19/05) Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengumumkan sumbangan sebesar 1 miliar euro (15,4 triliun rupee) kepada pemerintah Ukraina. Komitmen tersebut diwujudkan dalam pertemuan para menteri keuangan negara maju G7 (G7) di dekat kota Bonn, Jerman.

Jerman saat ini adalah ketua bergilir Grup Tujuh.  daftar slot online tergacor

Uang ini akan dikeluarkan dari anggaran pemerintah Jerman tahun 2022 dalam bentuk pinjaman.

Bantuan keuangan untuk menopang Ukraina

Hibah ini dimaksudkan untuk membiayai Kyiv yang dilanda perang. Diperkirakan bahwa pemerintah Ukraina akan membutuhkan $15 juta selama tiga bulan ke depan untuk membiayai operasinya, termasuk pembayaran gaji, karena perang di Rusia mengurangi pendapatan pajak.

Lindner mengatakan pada pertemuan itu bahwa G7 sedang mendamaikan “tugasnya untuk membiayai pekerjaan pemerintah Ukraina”.

Pada KTT G7, koresponden DW Ashutosh Pandey mengatakan, “Ada pemahaman yang berkembang di antara para menteri yang berkumpul di sini bahwa Ukraina membutuhkan bantuan dan bahwa segala sesuatu perlu dilakukan untuk mencegahnya runtuh.”

“Saya tahu Ukraina kehabisan uang tunai dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” tambahnya.

Apa yang dijanjikan negara lain?

Senat AS pada Kamis (19/5) menyetujui paket militer, ekonomi, dan kemanusiaan senilai US$40 miliar untuk Ukraina. Dari jumlah ini, $7,5 miliar dialokasikan untuk mengisi kekosongan anggaran Kyiv.

Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan pada pertemuan G7 bahwa kabinetnya telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan Ukraina dengan sumber daya keuangan yang dibutuhkan untuk melawan invasi Rusia.

Komisi Eropa mengatakan akan berkomitmen hingga 9 miliar euro dalam “total pendanaan dalam bentuk pinjaman”, yang akan dilengkapi dengan dukungan dari mitra internasional, termasuk Kelompok Tujuh.

Zelensky: Rusia menghancurkan Donbas

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Rusia “menghancurkan sepenuhnya” zona industri Donbas.

Zelensky juga menuduh Rusia meluncurkan operasi pengeboman sporadis, memperkuat pasukannya setelah upaya Moskow yang gagal untuk mengepung ibukota Kyiv.

Dia menambahkan bahwa Rusia bermaksud untuk membunuh sebanyak mungkin warga Ukraina dan menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin sebagai bentuk kebijakan politik dan genosida.

Seperti yang dikatakan Zelensky, “Saya tidak melebih-lebihkan.” Dia menambahkan bahwa 12 orang telah tewas sejak “pengeboman brutal dan sama sekali tidak berarti” di Sebedonetsk pada Kamis (19/05).

bh/ha (AFP, Reuters, AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.