Februari 3, 2023
Spread the love

Pemkot atau Pemkot Depok bersama kelompok Masyarakat Depok (KOOD) menggelar festival budaya yang bertajuk Lebaran Depok. Untuk pelaksanaan Lebaran Depok selama tiga hari, Pemkot Depok mengajukan anggaran sebesar Rp 186 juta.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengatakan Lebaran Depok merupakan cagar budaya yang akan dilanjutkan dengan KOOD. Hal ini untuk membantu pelaksanaan Lebaran Depok dan Pemerintah Kota Depok memberikan dukungan anggaran melalui APBD Kota Depok. slot88

Ketika imam menemuinya di Ributan 6 pada hari Sabtu (6 April 2022), dia berkata, “Jika dukungan dari komunitas yang berpartisipasi sekitar 200 juta rupee, totalnya adalah 186 juta rupee”.

Imam menjelaskan, Lebaran Depok merupakan kegiatan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Kota Depok. Depoxy melakukan kegiatan Levarandepok bersama KOOD setiap tahun.

Seni dan budaya Depok harus ditingkatkan agar masyarakat Depok sadar akan warisan seni dan budaya Depok. Kota Depok bekerja sama dengan KOOD untuk membawa Depok Lebaran Festival ke tingkat nasional dan internasional.

Imam mengatakan, “Kalau semua bangsa bisa ikut, Festival Ribaran Depok bagus sekali.”

Dengan Lebaran Depok, Anda dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Anda dengan memperkenalkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ke Kota Depok Anda. Dia berkata, “Usaha kecil dan menengah akan keluar di masa depan.

Imam mengatakan, pemerintah Depoxy bekerja sama dengan KOOD untuk mensosialisasikan Depoxy melalui kamus. Setelah itu, bahasa ini akan tersedia untuk semua penduduk kota Depok dalam bahasa daerah lainnya seperti bahasa Jawa, Minang dan banyak bahasa daerah lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lebaran Depok Sudadih mengatakan Lebaran Depok akan dilaksanakan pada 3 hingga 5 Juni 2022. Acara Lebaran Depok memungkinkan warga kota Depok untuk menyaksikan berbagai acara budaya saat memasuki hari raya Idul Fitri. – Menenun intan Fitr dari Andylan Buffalo Slaughter, Lintangan, Final Market, dll.

“Untuk memastikan agar budaya Depok tidak hilang akibat kemajuan teknologi dan perubahan peradaban global inilah yang ingin kami hadirkan kembali,” kata Sudadeh.

Selain memperkenalkan kembali seni dan budaya, KOOD bekerja sama dengan Pemerintah Depoxy untuk mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah Depoxy. Sebanyak 210 display UMKM disediakan untuk melayani berbagai jenis UMKM dari Depok hingga Kuliner, Busana dan Kerajinan Tangan.

“Jadi Depok Libaran secara tidak langsung merevitalisasi perekonomian rakyat melalui UMKM pasca pandemi COVID-19,” kata Sudadeh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *