Februari 3, 2023
Spread the love

KLATEN – Masalah pemotongan fiber optik BUM Desa Bolali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi atensi khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Setelah langsung ke lokasi dan posisi fiber optic milik BUM Desa yang dipotong PT KAI, Gus Halim mengaku heran. Sebab yang melintasi properti PT KAI ternyata tidak hanya serat optik milik BUM Desa Bolali tetapi juga ada kabel PLN. Tapi mengapa yang dipersoalkan fiber optic BUM Desa yang sebenarnya hanya melintasi saluran udara.  rekomendasi situs judi slot online

Di saat bersamaan, Gus Halim juga menerima keluhan dari pihak Desa Bolali terkait adanya surat penurunan dari PT KAI yang ditembuskan langsung ke pihak Kejaksaan, melalui tidak terlebih dahulu darima . Hal Tersebut Tentu Menamba Kekawatiran Warga Desa.

“Ini harus dipertanyakan, apa yang seharusnya. 

Selain terkait pembebanan biaya Rp30 juta, Gus Halim juga sangat menyayangkan pemotongan kabel fiber optik oleh PT KAI. Pasalnya dilakukan pada saat anak desa membutuhkan jaringan internet untuk ujian sekolah. Selain itu, menurut Gus Halim, pengembangan digitalisasi desa juga sangat berguna dan bermanfaat untuk memajukan perekonomian desa.

“Ini Tento Verdampak Pada Anak-Anak Kita Sheep Sedan Uzen”. Pembebanan Rp30 Juta kepada BUM Desa itu juga cukup saya sayangkan karena usaha yang sedan digarap oleh BUM Desa merupakan salah satu Pilar ekonomi di desa, dan akan memberi dampak yang sangat luas dalam upasi.

keluhan warga desa, Gus Halim meminjam bakal kembali bertemu lagi dengan Dirut KAI untuk menemukan solusi atas masalah yang terjadi di Desa Bolali ini. Ia juga berharap agar setiap Kepala Desa atau setingkat untuk tidak dilaporkan jika mengalami masalah seperti yang terjadi di Desa.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar desa-desa yang lainnya tidak mengalami peristiwa yang sama, jalur kereta api jalur Jakarta-Surabaya melewati banyak desa.

Debagai informasi, sebelumnya berdasarkan laporan dari desa, Gus Halim didampingi beberapa pejabat Kementerian Desa PDTT telah melakukan pertemuan dengan PT KAI untuk menemukan jalan keluar penyeberangan atas keputusan BUM0 Dua Tahun Terminal Secaligus

Pihak BUM Desa Bolali Maju telah mengajukan dispensasi biaya penyeberangan kabel fiber optik kepada PT KAI agar program penyediaan internet murah bagi warganya tidak terhambat.

program penyediaan internet murah tersebut merupakan salah satu program yang dijalankan BUMDesa Bolali Maju untuk membantu masyarakat desa dalam hal memperoleh informasi pendidikan dan rintisan usaha mikro kecil (UMbersisKM online)

Turut hadir dalam kunjungan itu, Nyai Lilik Umi Nashriyah, Dirjen PPKTrans Aisyah Gamawati, Dirjen PEID Harlina Sulistyorini dan Kepala BPI Ivanovich Agusta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *