Oktober 5, 2022
Spread the love

HOAI DUC – Atlet judo pertama Timnas Indonesia, Ehsan Abriadi, tampil heroik.

Petenis berusia 33 tahun, yang terhenyak selama 15 menit namun mengalami cedera tulang belakang, tidak mempermasalahkan risiko tersebut dan tetap menunjukkan performa judo terbaiknya di SEA Vietnam Games 2021.

Ehsan menyumbangkan medali emas judo pertamanya kepada Batalyon Indonesia pada Kamis (19/5/2022) dengan mengalahkan pemain judo Filipina Casey Nakano di final 73kg putra SEA Games Vietnam di Stadion Huai Duc di Huai Duc, Vietnam.  link slot online gacor

“Kecakapan bertarung Iksan sangat patut diacungi jempol. Meski mengalami cedera punggung dan terkena stun selama 15 menit, ia mempertaruhkan untuk membela Merah Putih. Aksi heroiknya membuatnya mendapatkan medali emas. Crisna Bio yang menyaksikan pertandingan tersebut.

Pada pertandingan judo hari pertama, tim Judo Indonesia meraih medali perunggu tambahan dengan memperagakan Jedi Ganding Kalpo (kelas 90kg putra).

Bayo mengaku performanya menurun saat ibu jari Ani Pandini terkilir. Alhasil, ia gagal merebut kaus lawan dengan sempurna dan meraih kemenangan gemilang, serta gagal mempertahankan medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina.

Begitu pula dengan Ayu Kakihara yang mengalami cedera tendon di babak semifinal. Sementara itu, Gede Ganding Kalbu gagal mencetak medali emas pertamanya karena harus menurunkan berat badan dengan cepat dari 100 kg menjadi 90 kg, yang otomatis mempengaruhi metabolisme.

Namun dengan kegigihannya, Ganding tetap meraih medali perunggu. Ganding turun dari kelas 100kg pada SEA Games 2019 di Filipina dan meraih medali emas. Pada SEA Vietnam Games 2021, Ganding bermain di kategori berbeda. 90kg , Tubuh saya tidak beradaptasi secara optimal, tetapi saya mendapatkan medali emas, “katanya.

Tim judo Indonesia yang diperkuat 16 judo menargetkan merebut 4 dari 13 medali emas di SEA Games yang akan digelar di Vietnam pada 2021. Skor ini sesuai dengan raihan 4 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di SEA Games 2019.

Namun, raja judo di Asia Tenggara, Krisna Bayo, menyampaikan belasungkawa kepada TNI Maruli Simanjuntak, presiden Persatuan Judo Indonesia (PB PJSI).

Pasalnya, banyak atlet judo hebat yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa Indonesia mungkin tidak bisa mencapai tujuannya karena keadaan di lapangan, seperti cedera dan tidak bisa tampil maksimal.

“Jujur, dengan kedatangan Pak Maruli Simanjuntak yang baru terpilih menjadi anggota Konvensi Nasional PJSI November 2021, permainan judo Indonesia memasuki babak baru. Saya tidak pernah meragukan cintanya dan kemampuannya untuk mengembangkan judo. Saya mantan atlet judo.”

Bahkan, Krisna Bayo yakin judo Indonesia akan semakin berkembang kedepannya. Sebab, Vietnam Mediterranean Games 2021 dapat dijadikan ajang untuk lebih mengevaluasi sistem pembangkit listrik induksi Indonesia.

“Saya yakin Maruli Simanjuntak akan memberikan evaluasi yang menyeluruh untuk kinerja Judo Indonesia yang lebih baik di masa depan. Judo juga dimasukkan sebagai olahraga resmi Olimpiade, sehingga memunculkan atlet judo. Olimpiade.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.