Oktober 5, 2022
Spread the love

PT Indosat Tbk(ISAT) mengalihkan 75 persen kepemilikan sahamnya di PT Aplikanusa Lintasarta(Lintasarta)

 (BDX) dengan perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian JV bersyarat pada tanggal 12 Mei 2022.

Setelah memenuhi syarat pendahuluan dari perjanjian jual beli saham dan perjanjian JV pada 2 Juni 2022, SMT saat ini dimiliki masing-masing 17,5 persen oleh perseroan, 7,5 persen, danoleh Lintasarta link bolacash

“Pembentukan JV dengan BDX, yang merupakan pemain daerah, diharapkan dapat menjadikan SMT menjadi pusat data terkemuka di Indonesia,” ungkap manajemen perseroan, dikutip Jumat (6 Maret 2022).

Sisanya yang belum dibayar akan diukur pada nilai kini dan didiskontokan dengan menggunakan suku bunga 11,5 persen, dan sebagian dicatat sebagai bagian dari piutang lain.

Sebelumnya, PT Indosat Tbk(ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison(IOH), gandengBDX Asia Data Center Holdings PteLtd untuk mengembangkan bisnisdata centerdi 인도네시아.

Sekretaris perusahaan PTIndosatTbk, Billy Nikolas Simanjuntak mengungkapkan, perseroan berencana membentuk usaha patungan( senilai Rp 3,3 triliun.

Nantinya, perjanjian akan dilengkapi dengan perjanjian komersial dan operasional. Hal itu mendukung para pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai pusat data perusahaan di Indonesia.

Selain Dampak transaksi, hingga dikeluarkan pemberitahuan tersebut, Billy menjelaskan tidak ada dampak materi terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun bisnis Perseroan.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Mei 2022, saham ISAT melemah 4,17 persen ke posisi Rp 5.750 per saham. Saham ISAT berada di level tertinggi Rp 6.050 dan terendah Rp 5.725 per saham. Total volume perdagangan 4.942.713 saham. Nilai transaksi Rp 28,8 mililiter total prequeense perdagangan 2.482 kal.

Sepanjang 2022, saham ISATmelemah 7,26 persen ke posisi Rp 7.400 dan terendah Rp 5.000 per saham. Total volume perdagangan 2.240.072.374 saham. Nilai transaksi Rp 14,3 triliun. Total Prequence Perdagangan 265.895 kalori.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo Hutchison atau IOHmencatat kinerja keuangan beragam selama tiga bulan pertama 2022. IOH mencatat pertumbuhanpendapatantetapi laba bersih turun pada kuartal I 2022.

Perusahaan hasil keuangan yang solid dengan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dan EBITDA pada kuartal pertama 2022 meningkat oleh peningkatan foundation pelanggan, inovasi produk, integrasi program, penggabungan pendapatan yang efektif, bidan.

Total pendapatanIndosat Ooredoo Hutchisonmeningkat 48 persen menjadi Rp 10,87 triliun. Kemudian, EBITDA meningkat 29,1 persen menjadi Rp 4.380 triliun, dengan Margin EBITDA mencapai 40,3 persen.

Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 128,7 miliar atau turun Rp 43,5 miliar dibandingkan keuntungan bersih kuartal Iansbangial 2021.

Total pelanggan seluler meningkat 34,6 juta menjadi 94,6 juta year on year dan juga pertumbuhan 98,5 persen dalam lintas data year on year.

“Hasil ini Mencerminkan visi yang kami bayangkan untuk IOH melalui merger dengan skala yang ditingkatkan, kekuatan finansial dan kemampuan yang mendukung kami mendukung pertumbuhan digital dan transformasi jadinomiara Indonesia men

Ia menambahkan, berkomitmen berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk, mengintegrasikan jaringan, dan menembatkan pengalaman pelanggan sebagai fokus utama bisnis.

Pada kuartal pertama 2022, IOH meluncurkan beberapa inisiatifdigital, termasuk UCan dan Bima Kredit. Selain itu, IOH juga memperkuat kerja sama strategi dengan para mitra global pada penyelenggaraan Mobile World Congress lalu untuk menghadirkan teknologi dan solusi terbaik di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.