November 28, 2022
Spread the love

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadirkan empat konsep penanggulangan segala bentuk bencana, termasuk wabah penyakit. Ia mengatakan sebagai negara yang rawan bencana, pemerintah Indonesia harus bersiap dan waspada terhadap bencana.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang digelar di Nusa Dua Bali pada Rabu (25/5). Konferensi ini dihadiri oleh 4.091 delegasi dari 193 negara. 

Pertama, kami menyerukan kepada dunia untuk menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana dan institusi yang proaktif, responsif dan adaptif terhadap bencana. Jokowi juga menekankan pentingnya pendidikan keselamatan bencana.   judi bola slot

Kedua, Jokowi mengatakan semua negara harus berinvestasi dalam sains, teknologi, dan inovasi untuk merespons bencana. Termasuk memastikan akses ke keuangan dan transfer teknologi.

Dia menilai pentingnya pendekatan keuangan untuk pembangunan dan mitigasi bencana. Jokowi mengatakan Indonesia telah menyiapkan dana bersama untuk menyiapkan asuransi bencana dan strategi pembiayaan.

Jokowi berpesan kepada dunia untuk membangun infrastruktur yang tahan bencana dan tahan perubahan iklim. Misalnya, membangun pemecah gelombang, waduk, bendungan, hutan bakau dan tanaman akar wangi untuk mencegah tanah longsor dan membuka penghijauan.

Keempat, dia mengatakan bahwa semua negara harus berkomitmen untuk mengimplementasikan kesepakatan global di tingkat nasional dan regional. Jokowi mengacu pada Sendai Framework, Paris Agreement dan Sustainable Development Goals, kesepakatan internasional dalam upaya pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menghadiri upacara pembukaan Global Forum on Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang diadakan di Nusa Dua Convention Center Bali pada malam Selasa, 24 Mei 2022. Menlu Retno menekankan kemampuan Indonesia dalam menghadapi bencana.

Memilih Indonesia untuk menjadi tuan rumah kemitraan global untuk pengurangan bencana alam dipandang sebagai bentuk kepercayaan global terhadap kemampuan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Rabu (25/5/2022), mengutip keterangan resmi dari GPDRR.

Hingga saat ini, 6000 peserta dari 183 negara telah terdaftar dalam GPDRR. Konferensi masih berbasis hibrida, tetapi lebih dari 80% akan benar-benar menghadiri tempat acara.

Antusiasme ini dikatakan menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam agenda kebencanaan di Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan dunia. GPDRR merupakan upaya Indonesia untuk menerapkan soft diplomacy for leadership dalam agenda bencana global pasca COVID-19.

Kedua, konferensi ini akan berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam menangani bencana non-one-off. Ini akan digunakan untuk membangun kompetensi untuk , tetapi terkadang” “.

Program Global untuk Pengurangan Risiko Bencana adalah platform multi-stakeholder yang paling relevan untuk bertukar pengalaman dalam memperkuat kemitraan menuju ketahanan berkelanjutan. Partisipasi multi-stakeholder tercermin hingga 24% dari perwakilan LSM, 20% dari pemerintah, 11% dari akademisi, dan 7% dari komunitas bisnis.

Dalam forum tersebut, Menlu Letno juga menjadwalkan pertemuan bilateral dengan Abdullah Shahid, Presiden Majelis Umum PBB ke-76, dan Amina Mohammed, Wakil Sekretaris Jenderal PBB.

Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat menemukan solusi yang dirumuskan sebagai implementasi Sendai Framework agar ketahanan suatu bangsa terhadap bencana muncul melalui ketahanan yang berkelanjutan.

Mami Mizutori mengatakan, “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mencapai solusi dan hasil praktis dalam implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction, serta meningkatkan ketahanan inklusif melalui ketahanan berkelanjutan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *