Oktober 5, 2022
Spread the love

Pemerintah akan memusnahkan vaksin Covid-19 yang sudah kadaluwarsa atau kedaluwarsa. Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar pemusnahan ini dilakukan secara transparan dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jaksa, Agung, dan aparat penegak hukum lainnya.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai rapat bersama Presiden Jokowi mengenai Vaksin Kedaluwarsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (31 Mei 2022). slot online gacor

stok bacca

“Tadi kami mengajukan proposal ke Babak Presiden agar bisa dilakukan pemusnahan di daerah-daerah untuk vaksin-vaksin yang memang expired date-nya sudah lewat,” kata Menkes Budi dalam disa

“Dengan didampingi BPKP, Kejaksaan Agung dan aparat penegak hukum lainnya, pemberantasan dilakukan sesuai dengan peraturan terkait di bawah arahan Presiden, dan prosedurnya lebih transparan dan terbuka, serta prosedurnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. aturan yang ada.”

Sisanya sekitar 344 juta dosis merupakan vaksin COVID-19 yang dibeli pemerintah. Setelah itu, tambahan 71 juta dosis vaksin COVID-19 akan diberikan hingga akhir tahun, di mana 50 juta dosis di antaranya merupakan subsidi.

Bode mengatakan vaksin kadaluarsa biasanya yang disediakan oleh negara maju. Karena tingkat vaksinasi yang cepat di Indonesia, kami berdonasi untuk memastikan bahwa vaksin tersedia secepat mungkin.

Akibatnya, lemari es penuh dengan vaksin kadaluarsa dan masih ada vaksin yang tersisa untuk tiba di Indonesia.

Dan sekarang epidemi mulai surut, kami akan memulai imunisasi rutin di Bulan Imunisasi Anak. kemarin.”

Jokowi juga meminta vaksinasi booster dengan mempertimbangkan jumlah vaksin yang akan tiba.

“Akhir tahun cukup sekitar 71 juta vaksin, jadi presiden bisa memberikan perintah, sehingga dosis booster bisa ditingkatkan,” kata Bode.

Meski situasi pandemi saat ini sudah mereda, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk segera menerima vaksin COVID-19 dosis kedua sebagai booster. Menurutnya, keadaan pandemi COVID-19 yang kaku tidak boleh membuat masyarakat lengah.

Jokowi mengatakan akan sulit bagi aktivitas masyarakat dan ekonomi untuk kembali normal sekarang dan membuat segalanya bergerak kembali. Hal itu berkat keberhasilan seluruh masyarakat dalam mengendalikan pandemi COVID-19, ujarnya.

Perdana Menteri Jokowi mengadakan konferensi pers di situs YouTube Gedung Biru pada Senin (30 Mei 2022) dan mengatakan, “Kita semua harus ingat bahwa kita tidak boleh waspada. Kita harus menjaga momentum pemulihan.”

“Oleh karena itu, kami meminta masyarakat tetap melakukan vaksinasi terhadap COVID-19 dengan dua dosis vaksinasi,” ujarnya. .

Dia menekankan pentingnya meningkatkan imunisasi untuk menghindari orang terpapar COVID-19. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dosis booster dapat meningkatkan kekebalan hingga dua kali lipat dari dosis kedua.

Mari kita jaga momentum yang baik ini bersama-sama agar Indonesia bisa pulih dan perekonomian membaik,” tambah Jokowi.

Presiden Majelis Umum PBB Abdullah Chehayev memberikan penghormatan atas pencapaian vaksinasi lengkap terhadap COVID-19 di Indonesia. Proporsi orang Indonesia yang divaksinasi lengkap cukup tinggi.

Abdullah berbicara pada “7th Global Forum on Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022” yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Rabu, 25 Mei 2022.

Vaksinasi kedua sebanyak 80,24% atau 167,11 juta orang.

Menurut data vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), vaksinasi ketiga atau booster sebanyak 21,50% atau 44,7 juta orang mendapat pengobatan tambahan. Target imunisasi Indonesia terhadap COVID-19 adalah 28,2 juta dari 270 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.