September 29, 2022
Spread the love

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia dan seluruh dunia saat ini menghadapi potensi kenaikan harga pangan dan energi yang signifikan. Untuk itu, pemerintah bersiap menghadapi kenaikan harga pangan.

Meski tidak mudah, pemerintah terus berupaya mencegah kenaikan harga di kedua sektor tersebut. Presiden mencontohkan kebijakan yang diambil pemerintah untuk membendung kenaikan harga minyak goreng. situs judi terpercaya

Seperti halnya minyak goreng, Jokowi mengatakan beberapa kebijakan telah dilakukan untuk menjaga harga minyak goreng tetap stabil di pasaran. Namun, diakui kepala negara, masalah minyak goreng tidak mudah.

Dia menjelaskan, harga minyak goreng naik sejak Januari 2022 karena kenaikan harga internasional.

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden mengaku telah membuat beberapa kebijakan untuk mengatasi masalah ini. Akhirnya dihentikan dan ekspor minyak goreng dilarang. Tapi itu juga bukan kebijakan yang mudah.

Setelah ekspor minyak goreng terhenti, harga sawit turun, memobilisasi 17 juta pekerja, petani, dan buruh.

Seperti yang dijelaskan Jokowi: “Tapi kuncinya sudah ditemukan. Ini satu atau dua minggu lagi. Insya Allah harga minyak goreng curah akan menjadi Rp 14.000 per liter.”

“Tadi saya cek di pasar Muntilan dan saya mampir dulu ke pasar Muntilan untuk cek harga satu liter di Rp 14.500. Saya mau cek pasar lain besok. Mungkin dalam satu atau dua minggu semua pasar akan memiliki harga yang sama. “

 Presiden menambahkan, nilai beras yang diimpor pemerintah selama tiga tahun terakhir sangat rendah.

Kami biasanya mengimpor antara 1,1 juta hingga 2 juta ton per tahun, tetapi kami belum mengimpor dalam 3 tahun terakhir. Ini harus dilestarikan. Terima kasih Tuhan. Anda dapat meningkatkan inventaris Anda. Artinya petani harus lebih produktif, tutup Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.