Oktober 7, 2022
Spread the love

Presiden Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dianugerahi gelar ‘Syekh Bea Cukai’ oleh warga Kabupaten Indy Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (1/6/2022). Gelar adat ini diberikan kepada Rumah Tenun Ujung.

Menurut artikel yang diunggah di YouTube dari Kantor Sekretariat Presiden, Jokowi menuju Rumah Tenun Ende usai menggelar pesta ulang tahun Pangchasila di Lapangan Panchasila Kabupaten Ende. Tari Woge menyambut kedatangan Jokowi dan Ibu Negara Iriana ke Rumah Tenun. slot

Sebutan umum yang diberikan kepada Jokowi adalah “Mosolaki Ulu Beu Eko Bewa”, yang mengacu pada pemimpin daerah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Jokowi menyaksikan Gubernur Indy mengitari monumen kesatuan alam sebanyak empat kali.

Jokowi dan Ariana, yang biasa disapa, menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat di luar pabrik tekstil. Keduanya sempat berbincang singkat dengan para perajin tenun yang ada disana.

Baca juga

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada warga Kabupaten Ende, NTT dan Iriana atas sambutan hangatnya atas kedatangannya. Kehangatan inilah yang akhirnya diresmikan oleh presiden pertama Republik Indonesia.

Memperkenalkan Jokowi menjelaskan: ”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat NTT, khususnya masyarakat Akhir yang telah menerima saya, Bu Iriana dan semua rekan dekat saya. Dari saya datang ke sini sampai sekarang, mereka disambut dengan sangat hangat.” penyataan.

FYI, ini pertama kalinya pesta ulang tahun Panzasila diadakan di luar DKI Jakarta. Pada tahun-tahun sebelumnya, pesta ulang tahun Panchasila selalu diadakan di Gedung Panchasila Kemlu.

Untuk pesta ini, Jokowi mengenakan pakaian tradisional ende, Ragi Lambu Luka Lesu dengan perpaduan embel-embel merah dan hitam. Sementara itu, Ariana mengenakan rok kombinasi warna cokelat dan ungu tua.

Acara di Lapangan Pancasila Ende ini diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA dan TNI-Polri. Meski demikian, perayaan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, dan Trai Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia. Yodyan Wahyudi, Direktur Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga hadir.

Seperti diketahui, 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur resmi kelahiran Panchasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 dari Presiden Joko Widodo. Keputusan tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato memperingati pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka Bandung pada 1 Juni 2016.

Jokowi juga mengajak seluruh anak negeri untuk mengajarkan dan mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Ia mengatakan kota Indonesia sangat bersejarah karena merupakan tempat presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, memikirkan dan menciptakan Pancasila. Setelah itu, rumusan Pancasila disetujui oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai dasar nasional.

 Untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam kehidupan masyarakat, negara dan bangsa,” kata Jokowi. Acara tersebut ditugaskan untuk disiarkan di situs YouTube Sekretariat Ketua Rabu.

Ia mengatakan, Pancasila tidak hanya mempersatukan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi bintang dalam penuntutan saat menghadapi tantangan dan cobaan. Jokowi mengatakan ini telah terbukti berkali-kali sepanjang sejarah negara.

“Negara kita dan negara kita masih bisa berdiri kokoh sebagai negara yang kuat karena kita semua sepakat untuk membangun di Panchasila,” ujarnya.

Jokowi melanjutkan dengan “selalu mengingatkan bahwa kita harus benar-benar mengamalkan Pancasila dan memperjuangkan Pancasila. Ini kita wujudkan dalam sistem sosial nasional dan internasional kita.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.