Oktober 5, 2022
Spread the love

Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Bekasi, Jawa Barat. Hal ini menjadi perhatian masyarakat khususnya para orang tua.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi melaporkan 1.416 orang terinfeksi DBD pada 2022, 10 di antaranya meninggal.

Jumlah kasus terbanyak terjadi di Kota Bekasi Utara (329 kasus) dan Bekasi Timur (206 kasus) pada tahun 2022. Sedangkan Pondok Melati (18 orang) dan Bantargibang (19 orang) menempati posisi terbawah.

“Mayoritas penderita DBD berusia antara 15-44 tahun sampai dengan 213 tahun. slot88

Upaya yang dilakukan Puskesmas Kota Bekasi antara lain memaksimalkan kemampuan Puskesmas untuk menjadi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan masyarakat.

”Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan memantau tim DBD di seluruh kecamatan. Kemudian, kami akan memberikan jentik ke seluruh Puskesmas untuk menampung perkembangan jentik nyamuk,” kata Tanti.

Puskesmas juga didorong untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengobatan DBD. Warga juga harus melakukan kegiatan 3M plus secara rutin untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Kawasan yang terjangkit DBD di rumah RW 18 Permata Hijau Permai di jantung Kaliabang, Bekasi Utara juga diperkirakan akan berkembang biak nyamuk dari kabut. “Kami sudah memiliki enam warga yang terkena DBD,” kata Ketua RW 18 Rumi.

Romy berharap bisa menggunakan kabut untuk membunuh nyamuk dan ulat yang bersarang di sekitarnya.

Mereka juga menghimbau kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

Sementara itu, ketua muda RW 18, Jimmy Reinold, memuji kemampuan pengurus RW baru yang cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan dan penghuninya.

Ia juga berharap warga sekitar dapat berperan aktif dalam menghilangkan sarang nyamuk (PSN) dari wilayahnya sehingga upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara optimal.

Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, dimulai dari diri kita sendiri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.