September 22, 2023
Spread the love

Bandung Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memenuhi tuntutan kurban 1443H efektif 9 Juli 2022, namun banyak ternak yang terjangkit penyakit tersebut. Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). karena

Muhammad Arifen Swidjayana, Kepala Biro Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, mengatakan pihaknya menggelar pertemuan dengan para peternak sapi dan domba untuk mengetahui ternak dan kesehatan hewan yang akan disiapkan pihaknya untuk Al Quran. link utama bola88

Arifindi Bandung, Minggu (29/5/2022): ”Untuk persiapan, kemarin kami bertemu dengan rekan-rekan peternak yang sudah memiliki ternak siap kurban. Pastikan individu saat ini tidak terpapar.”

“Kemarin kita hitung 30.000. Dalam waktu dekat mungkin kita sebenarnya sudah dalam perjalanan dari NTT, NTB, Bali ke Tanjung Priok sebelum masuk ke Jawa Barat. Saya yakin aman karena pusat karantina ada di Tanjung Priok. kebutuhan akan terpenuhi.” 70.000. H-14 hewan kurban bisa selamat dan sehat.”

Secara persentase, wilayah terdampak PMK di Jawa Barat adalah 74%. Hanya 97 dari 627 kecamatan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku. Kemudian 125 desa/Kellurahan atau 2,09% dari 5.957 kelurahan di Jawa Barat.

Menurut Arifin, prevalensi kasus PMK di Jabar terutama karena masuknya hewan ternak dari luar Provinsi Jabar.

“Kalau mengikuti sebarannya, nanti macet lagi. Kemacetan lalu lintas sudah kita perbaiki dan posko-posko pemeriksaan yang lebih baik untuk kerja sama dengan polisi. Masih sulit untuk memeriksa semuanya karena Anda masih lewat jalur alternatif setelahnya. 1 siang. Nah, transfer ini sudah ” di lalu lintas yang masih berjalan.

Arfin menambahkan, pihaknya akan mengerahkan tim dokter hewan dan dokter hewan dari kabupaten dan serikat veteriner untuk membantu tenaga kesehatan hewan di kabupaten/kota yang masih sedikit jumlahnya.

Komisi Pemulihan Ekonomi Provinsi Rushadi Tawaf Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPED) Provinsi Jawa Barat menegaskan, meski angka kematian akibat penyakit mulut dan kuku di Jawa Barat menurun, hal itu mengancam produktivitas ternak, khususnya sapi perah. persen.

Sementara itu, Soderon, Kepala Kementerian Pertanian dan Kehutanan, Rumah Sakit Hewan Subang, dan Direktur Kesehatan Peternakan, mengimbau masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk hewan kurban yang sudah mendapat sertifikat kesehatan hewan dari instansi terkait.

Jadi pastikan yang membeli harus memiliki sertifikat kesehatan hewan. Ini dari hewan yang sehat asalnya. “

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *