Desember 4, 2022
Spread the love

Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan izin kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) untuk memasang satelit swasta non-geostasioner (NGSO).

Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Didi Bermadi menegaskan bahwa hak docking satelit hanya berlaku untuk layanan pengiriman dari operasi jaringan tertutup PT Telkom Satelit Indonesia/Telkomsat dan bukan layanan ritel kepada pelanggan dengan akses internet langsung oleh Space Exploration. Teknologi (Starlink).

Dengan kata lain, layanan Starlink Internet digunakan untuk mengoperasikan jaringan Telkomsat tertutup, tidak langsung ke pelanggan. link slot gacor terpercaya

Perhatikan bahwa konektivitas adalah teknologi yang memfasilitasi transfer data dari satu infrastruktur komunikasi ke infrastruktur lainnya.

Teknologi backhaul dapat digunakan untuk mendukung penyampaian layanan internet broadband seluler 4G, terutama di daerah pedesaan yang belum terhubung langsung dengan kabel serat optik.

Ia juga mengatakan, layanan satelit Starlink di Internet baru bisa berjalan setelah pembangunan Stasiun Gateway, stasiun gateway yang menerima layanan kapasitas satelit Starlink dan menyelesaikan izin pengelolaan stasiun Starlink Satellite Radio (ISR) di Telkomsat, selesai.

Telkomsat dalam hal ini adalah pemilik eksklusif hak penjangkaran satelit Starlink dan Telkomsat berhak atas layanan pengiriman satelit.

Didi mengatakan, penggunaan layanan Starlink oleh Telkomsat untuk beroperasi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan kewajiban hak pemasangan.

Didi juga mengatakan izin izin pemasangan akan dinilai setiap tahun dan dapat diperpanjang tergantung hasil penilaian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Didi juga menyampaikan bahwa hubungan perdagangan bilateral Indonesia-AS di bidang telekomunikasi dan digital berkembang pesat.

Kerja sama kedua negara juga mencakup rencana Indonesia mengamankan tiga satelit baru. Ketiga satelit yang dimaksud adalah:

1. Satelit Berdaya Tinggi 150 Gb (VHTS) yang disebut Satria (Ka-Band)

2. Satelit Keluaran Sangat Tinggi 80Gb (VHTS) Sebagay Satelit Cadangan Panas (Ka-band).

3. High Throughput Satellite (HTS) 32GB milik Telkomsat (C & Ku-band).

Peluncuran ketiga satelit ini direncanakan bersamaan dengan Falcon 9, peluncur roket SpaceX, sejenis satelit geostasioner.

Sebelumnya, informasi di atas diungkapkan oleh Menteri Informasi dan Komunikasi, Johnny J. Plait. Perusahaan internet satelit Elon Musk Starlink telah disetujui oleh Kementerian Telekomunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Indonesia, dan layanan internet satelit SpaceX akan memenuhi persyaratan grup Telkom.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah memberikan izin untuk merapat Satelit Non Geostasioner (LSM) sipil ke PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai rekan pengguna operasi jaringan tetap tertutup Starlink.

Saat menghubungi Tekno Liputan, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny J. Plait, Menteri Komunikasi dan Informatika, layanan yang diberikan bukan akses Internet langsung oleh pelanggan melalui Starlink, melainkan layanan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan Telkom. kelompok. .com, Jumat (6 Oktober 2022).

“Hak instalasi khusus NGSO harus memenuhi persyaratan yang diatur undang-undang, termasuk hak timbal balik, dan akan dievaluasi setiap tahun. Starlink hanya bisa bekerja jika Telkomsat telah membangun stasiun gateway,” jelas Johnny.

Gate Station akan sepenuhnya diinvestasikan dan dimiliki oleh Telkomsat. Sehingga Johnny mengatakan Starlink tidak bisa bekerja untuk layanan transportasi Telkomsat tanpa Telkomsat Gateway Station.

Menutup pernyataan tersebut, Menkominfo mengatakan: “Otoritas tambat juga eksklusif pada Telkomsat untuk layanan kebutuhan transportasi Telkom Group.”

(komentar/Ysl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *