Oktober 5, 2022
Spread the love

Bantuan Upah Bantuan (BSU) akan dibayarkan kembali pada tahun 2022.

BSU secara khusus tersedia untuk pekerja yang terkena dampak pandemi.

Besaran BSU yang diberikan kepada pekerja sebesar Rp 500.000 selama 2 bulan.

Namun, BSU diberikan sekaligus, sehingga setiap penerima BSU akan menerima 1 juta rupee.

Mengapa BSU 2022 belum dilikuidasi? rekomendasi slot gacor hari ini

Mengutip Kemennaker.go.id, pihaknya saat ini sedang menyiapkan perangkat untuk pemenuhan kontrak BSU 2022.

“Saat ini Kementerian Tenaga Kerja sedang mempersiapkan perangkat kebijakan pelaksanaan BSU 2022, yang akan memastikan program BSU dilaksanakan secara cepat, tepat dan bertanggung jawab,” kata Kementerian Tenaga Kerja.

Selain itu, pihak rekruitmen BPJS juga memberikan informasi melalui komentar di Instagram resminya, menandakan bahwa saat ini penyaluran BSU masih dalam tahap penyusunan peraturan pemerintah.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi call center kami 175 atau email [email protected]

Sambil menunggu informasi penyebaran BSU, Anda dapat mengecek status penerima BSU secara online dengan cara berikut:

Cara cek status penerima BSU 2022 secara online:

Berikut cara mengetahui status penerima BSU dengan mengacu pada penerapan BSU 2021:

Login kemnaker.go.id

daftar akun

Kemudian masuk ke akun Anda.

Periksa notifikasi Anda.

Setelah itu Anda akan menerima pemberitahuan.

Jika terdaftar, Anda akan diberi tahu sebagai calon penerima BSU dengan mengikuti langkah-langkah di BPJS Ketenagakerjaan untuk mengirimkan data calon penerima BSU ke Kementerian Tenaga Kerja..

Kriteria pegawai yang menerima tunjangan BSU pada tahun 2022

Menteri Tenaga Kerja Ida Fouzia memposting di Instagram @kemnaker beberapa kriteria untuk menerima BSU sementara tahun ini:

Pekerja berpenghasilan kurang dari 3,5 juta rupee

Basis Data Penerima BSU masih menggunakan data pekerja/karyawan yang terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Penghargaan Konfederasi Sepak Bola Eropa (BSU) juga diberikan untuk meredam konflik antara Rusia dan Ukraina dan laju pemulihan ekonomi global, serta mengatasi dinamika politik global yang mempengaruhi inflasi global.

(/Oktavia WW)

Berita Bantuan Penggajian Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.