November 30, 2022
Spread the love

Sirkuit Formula E dibangun oleh PT Jakarta Repertendo (Jakarta) namun kemudian menjadi milik Ancol. Demikian disampaikan Geisz Chalifa, Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.

Saat kontrak balap mobil listrik Formula E berakhir, sirkuit di kawasan Ancol, Jakarta Utara, akan menjadi milik Ancol. “Aset Ancol tetap aset Ancol,'” kata Geisz kepada wartawan Kamis, 26/5/2022, mengutipnya. slot paling gacor

Geisz menjelaskan, ia menggunakan uang dari PT Jakarta Repertendo, yang dikenal dengan Jakpro, untuk membangun sirkuit tersebut. Namun, hak atas tanah tetap dimiliki oleh Ancol dengan menggunakan sistem sewa guna lahan.

“Saya pakai anggaran Zakpro, tapi ini Ankoland. Memang benar saya beli dari Zakpro. (Kontrak) Ya,” ujarnya.

Setelah masa sewa Jakpro berakhir, Anda bisa menggunakan sirkuit di Ancol untuk menjaga sirkuit dan lokasi lainnya. Selain area balap lainnya, sirkuit Formula E juga bisa digunakan sebagai tempat konser dengan area yang sesuai, katanya.

“Apa yang tidak bisa dilakukan di Jakarta. Tidak ada sirkuit di Jakarta dan sebelumnya tidak ada. Sekarang ada sirkuit di Jakarta dan banyak konser. Kalau ada lahan untuk sirkuit, lebih banyak lagi.”

CEO Formula E Jakarta Ahmed Sahrouni sebelumnya telah menyatakan bahwa lintasan Formula E tidak akan dibongkar setelah acara balap usai.

Tanpa membongkar sirkuit, Ancol bisa menjadi hub atau hub pengembangan pelabuhan otomotif Indonesia, kata Saharoni.

“Balapan balap yang dibangun untuk Formula E akan dilanjutkan setelah acara,” kata Sahrouni, Senin (3 Juli 2022), mengutip situs Jakpro.

Ke depan, para pecinta mobil, termasuk masyarakat umum, bisa menggunakan sirkuit Formula E.

Sahroni mengklaim bahwa proses pembangunan infrastruktur dan komersial untuk stadion Formula E telah berjalan sangat baik, sesuai dengan rencana dan standar yang ditetapkan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Operasi Formula E (FEO).

Ia menambahkan, pemerintah pusat terus memberikan dukungan penuh untuk memastikan perhelatan Formula E selesai tepat waktu.

FEO mengunjungi dua minggu lalu dan kemajuan telah kami buat.”

“Kami juga ingin membedakan Jakarta E-Prix dengan E-Prix di kota-kota lain yang mengangkat unsur budaya nasional,” kata Sahrouni.

Reporter: Bashtiar El Din Alam

Sumber: Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *