Oktober 5, 2022
Spread the love

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengkritik rencana pemerintah yang hendak menerapkan tarif baru harga tiket yang dinaikkan Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu. Huda minta keputusan itu.

“Saya pada posisi tidak setuju. Saya tidak setuju dan jika sudah memutuskan saya kira perlu dilakukan evaluasi,” kata Huda saat dihubungi, Minggu (5/6/2022). slot gacor hari ini

Huda kemudian memberikan nomor catatan. Huda alasan alasan Luhut yang menaikkan tarif untuk menjaga kekayaan sejarah dan budaya Nusantara. Menurutnya, jika memang demikian, kebijakan harga tiket seharusnya menjadi opsi terakhir.

Huda Menilai Kenaikan Fee Itu Berishico Menzaukan Pemahaman Masharakat Therkite Pentajuan Situs Budaya Dan Cezara. Huda mendorong Candi Borobudur tetap menjadi destinasi yang dapat diakses sebanyak-banyaknya oleh wisatawan kita.

“Catatan kedua, jika ingin menjadikan Borobudur sebagai destinasi eksklusif, karena dalam konteks ini, saya masih setuju Borobudur harus tetap menjadi destinasi yang bisa diakses sebanyak jabanyakketnya. masyarakat dari pemahaman dan pengalaman pengetahuan spiritual,” ujar dia.

Huda lantas meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), perwakilan pemerintah yang menjadi mitra kerja Komisi X DPR, mengambil inisiatif terkait kebijakan itu. Dia mengatakan masalah ini akan dibawa menjadi bahasan dalam rapat kerja DPR bersama Kemenparekraf.

Senada, anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Demokrat (PD) Putu Supadma Rudana menilai kebijakan harga tiket tersebut belum tepat karena daya beli masyarakat masih rendah saat ini. Dia mendorong pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Putu mengingatkan jangan sampai kebijakan tarif baru di Candi Borobudur justru merugikan masyarakat sekitar khususnya para pelaku UMKM. Simak selengkapnya tentang penjelasan pihak TWC Borobudur di halaman berikutnya.

Selanjutnya Halaman 1 2 candi borobudur tiket candi borobudur naik tiket candi borobudur komisi x dpr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.