Oktober 4, 2022
Spread the love

Kenaikan harga pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter mempengaruhi tingkat konsumsi. PT Pertamina (Persero) telah mengkonfirmasi penurunan nyata dalam konsumsi bahan bakar Pertamax, RON 92 dengan komersial dan proprietary Pertamina Patra Niaga.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan kepada Liputan6.com, Sabtu (28/5/2022) “Tingkat konsumsi Pertamax turun sekitar 20%.”  slot asia

 Meski angka oktannya (RM90) rendah, harga jualnya juga irit Rp 7.650 per liter.

“Bahan bakar RON diharapkan dapat digunakan sesuai spesifikasi kendaraan,” ujarnya.

Namun, dia mengklaim jumlah pengguna BBM Pertamax masih sangat besar. Konsumsi Pertamax tidak terkendali, namun pasar Pertamax yang tersegmentasi cenderung terus berlanjut.

Erto mengatakan, ”Artinya dari Januari hingga Mei masih sangat banyak kumulatif pengguna Pertamax.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter per 1 April 2022, namun masih lebih murah dibandingkan negara lain.

CEO Energy Watch Mamet Setiawan mengatakan, kenaikan harga Pertamax merupakan imbas dari kenaikan harga minyak internasional yang sudah sangat tinggi dibandingkan harga minyak dunia pada 2021.

Hal ini karena harga minyak dunia terus naik karena salah satu permasalahannya adalah negara-negara Barat memberlakukan embargo terhadap produk minyak dan gas Rusia sementara konflik Rusia-Ukraina masih belum terselesaikan. Sementara itu, Rusia memasok 11,4% dari permintaan minyak global.

“Misalnya harga BBM di Hongkong Rs 36.176 per liter, di Jerman Rs 34.454 per liter, Italia Rs 34.310 per liter dan Yunani Rs 32.733 per liter. Jadi Pertamina menyesuaikan harga BBM publik secara alami,” kata Mamet. Jakarta. Sabtu (9/4/2022).

Menurut Mamet, harga BBM di Indonesia memang lebih tinggi, namun masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain. Ia mengatakan harga BBM di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Dilihat dari harga bensin internasional per liter, diurutan Singapura 30.208 rupee, Laos 24.767 rupee, Filipina 20.828 rupee, Kamboja 20.521 rupee, Thailand 19.767 rupee, dan Vietnam 18.647 rupee per liter.

Mamit mengatakan harga BBM Malaysia lebih murah 6.965 rupee karena Malaysia menerapkan subsidi Automatic Pricing Mechanism (APM), dan kebijakan APM adalah memberlakukan pajak penjualan, menstabilkan harga bensin seperti RON 95, RON 97 dan solar sampai batas tertentu. mengatakan ada Dan subsidi.. berbagai jumlah.

“Oleh karena itu, menurut kebijakan pemerintah Malaysia, fluktuasi harga eceran sampai batas tertentu dipengaruhi oleh besaran pajak dan subsidi. Selain itu, Malaysia memiliki jalur distribusi yang jauh lebih mudah daripada Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” jelas Mamet.

Selain itu, menurut Mamit, overcharge Pertamax RON 92 masih jauh lebih murah dibandingkan SPBU swasta lainnya.

Sebagai perbandingan, bahan bakar RON 92 yang saat ini dijual Shell dibanderol Rp16.500, Vivo Rp12.900, dan BP-AKR Rp12.990, sedangkan Pertamax masih Rp12.500 per liter, sehingga Pertamina menerima selisih harga dengan tetap mempertahankan daya. Anda harus. Pembelian Komunitas.

“Yang dilakukan Pertamina sudah benar dengan tidak bersentuhan dengan faktor psikologis konsumen Pertamax, apalagi harga Rs 15.000-16.000 per liter. Jadi Pertalite sekarang bisa menghindari migrasi besar-besaran ke Pertalite karena Pertalite adalah jenis yang istimewa. alokasi BBM hari ini,” kata Mamet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.