Oktober 5, 2022
Spread the love

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta akan memberikan pembekalan antikorupsi kepada petinggi Partai Transendental (PBB) hari ini Kamis (2/6/2022). Agenda tersebut mengangkat tema Politik Cerdas Integritas.

“KPK kembali melakukan kegiatan yang sama terhadap pejabat PBB di tingkat pusat dan daerah,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ebbe Mariati Koding. slot demo

Ibe mengatakan acara tersebut akan digelar di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi KPK di Rasuna Saeed, Jakarta Selatan. Acara akan berlangsung dari pukul 9 pagi hingga 12 malam.

Lilly Pintauli Sirigar, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, akan mewakili pimpinan Yayasan Anti Penahanan pada acara tersebut. Sementara itu, Sekjen PBB, khususnya Afrisensi Nour, akan hadir.

“Sekjen PBB Afriansha Noor dan Kantor Kejaksaan PBB akan hadir secara langsung,” kata Ivy.

Ipi mengatakan klausul antikorupsi ini diberikan kepada petugas PBB lokal secara terpisah dari petugas PBB pusat. Pejabat lokal PBB akan menonton acara tersebut melalui webcast.

“Pejabat DPP atau DPW dan DPC akan mengikuti kegiatan pembekalan online melalui akun YouTube ACLC KPK,” ujar EP.

Semua staf PBB yang berpartisipasi dalam acara ini akan memiliki pemahaman tentang kejahatan korupsi. Mereka juga akan diberikan pengetahuan tentang penggunaan Sistem Integritas Partai (SIPP) dan upaya untuk mempromosikan integritas partai.

Juga akan ada sesi dialog untuk membahas e-learning dan tindak lanjut pemberantasan korupsi di sektor politik.

Ketua KPK Ferli Bahuri mendorong partisipasi partai politik dalam membangun karakter dan budaya antikorupsi.

Menurut Fairley, saat ini regulasi dan aparat penegak hukum sudah cukup, namun budaya antikorupsi belum ada dan KPK berharap dapat membantu membangun budaya tersebut di tanah air.

Presiden KPK Ferli Bahuri memberikan paparan virtual pada Diklat Pimpinan Nasional PDIP 2022 (PKN) gelombang kedua pada Selasa (22/3/2222) mengatakan “KPK ingin mengubah korupsi, budaya menjadi budaya antikorupsi”.

Fairley menyampaikan beberapa masalah yang kita hadapi saat ini: korupsi, narkoba, terorisme, dan ekstremisme. Ia juga memaparkan berbagai pendekatan yang digunakan KPK untuk memberantas korupsi.

“Pemberantasan korupsi membutuhkan koordinasi melalui pembentukan sistem integritas nasional,” kata Fairley.

Fairley menjelaskan bahwa budaya antikorupsi belum mengakar di kepala negara dan negara secara keseluruhan.

“Saya ingin semua anak di seluruh negeri untuk berpartisipasi secara efektif, terlepas dari legislatif, eksekutif, atau partai politik. Dan karena korupsi merugikan uang negara, juga mempersulit pencapaian tujuan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.