Oktober 4, 2022
Spread the love

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta menduga Bupati Bogor inaktif Adi Yasin kerap mencuri uang dari pengusaha Bogor.

Tuduhan itu terungkap setelah tim investigasi KPK menyelidiki presiden Kaden Kabupaten Bogor Shinta Dick Chikawati dan perwakilan resume. Dede Print Dede Sopian Jumat, 27 Mei 2022.

Ali Fikri, Pj Juru Bicara KPK, dalam keterangannya, Senin 30 Mei 2022: slot online

Ali mengatakan selain Shinta dan Didi, tim penyidik ​​KPK juga menyelidiki orang terdekat Ady Yasin. Mereka adalah asisten Ade Anisa Rezgui Sibtiani alias Eka dan Kiki Rezgui Faouzi. Penyidik ​​juga menyelidiki medali Diva Munggaran, penghargaan dari PUPR Kabupaten Bogor.

Baca juga

Ketiganya menyanggupi pemanggilan tim penyidik, apalagi membenarkan dugaan adanya beberapa kali pertemuan antara tersangka AY dengan beberapa kontraktor. kata Ali.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menghimpun dana dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor oleh Bupati Bogor Adi Yasin, Kepala Pelaksana Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan telah memberikan suap kepada perwakilan tersebut. tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ade Yasin menggalang dana dari bawahannya untuk membantu Pemkab Bogor mendapatkan opini tanpa syarat dari BPK Jabar.

Hal itu terungkap saat tim penyidik ​​memeriksa sembilan saksi, Ketua PNS/PBJ Kab. Bogor Ono, Staf RS Cibinong Sapto Aji Eko, Direktur Sub Bagian PNS/Penggajian BPKAD Kab. Bogor Phiri Syafari, Presiden AKTI BPKAD Kab. Bogor dan PBB Yeti Hereati.

Kemudian PNS Cap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bogor Khair Al-Amarullah, Kepala PNS/Aset BPKAD Kab Bogor WR. Pelitawan, Kepala Sub Bagian Keuangan Bappenda Kab. Bogor Rizki Setiawan, pegawai Bagian Perlengkapan PNS/Kabupaten. Bogor Rizwan Hendarvan (alias Awok) dan Kasubag Kesejahteraan Kanwil Kab. IP Bogor.

Mereka diperiksa terkait dugaan suap oleh Badan Pelaporan Keuangan Pemkab Bogor tahun 2021. Mereka diperiksa kemarin di Gedung KPK pada Rabu, 18 Mei 2022.

“Semua saksi hadir dan sepengetahuan para saksi diperiksa, terutama terkait dugaan pengumpulan uang dari kit SKPD yang diaudit yang dilakukan Anthon Merdiansyah-BPK Jabar (ATM) dengan wilayah Jawa Barat. , kata ketua tim audit BPK dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022), juru bicara perusahaan Ali Fikri.

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bogor Adi Yasin sebagai tersangka penyuapan Badan Pelaporan Keuangan (Bimkap) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021.

Selain Ade Yasin, KPK telah menjebak tersangka lain, seperti Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Pejabat Keuangan Daerah BPKAD Kab Maulana Adam (MA). Bogor Esan Ayatollah (IA), Kepala Kepatuhan (PPK), Kantor PUPR Wilayah. Bogor Rezsky Topek (RT). Mereka dituduh memberikan suap.

Sementara itu, Partai Suap KPK menandatangani Subdit Audit III Jabar Anthon Merdiansyah (ATM) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar, Ketua Tim Pemeriksa Interim BPK Kab. Dua inspektur BPK: Bogor Arko Mulawan (AM), Jawa Barat Hendra Nur Rahmatullah (HNRK) dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

Penetapan tersangka Adi Yasin berawal dari Operasi Penangkapan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Kejaksaan KPK di wilayah Jawa Barat, Bogor, dan Bandung sejak Selasa, 26 Maret 2022 hingga Rabu, 27 Maret 2022.

Di OTT, jaksa mengamankan 12 orang dan uang tunai Rp 1,24 miliar.

Ketua KPK Ferli Bahuri mengatakan Bupati Bogor Adi Yasin telah menyuap auditor Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mewakili Jawa Barat (Jabbar) agar Kabupaten Bogor mendapat predikat Pendapat Tanpa Syarat (WTP) dari BPK.

Firli berbicara dalam konferensi pers pada Kamis dini hari (28/4/2022) di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan.

Fairley mengatakan, awalnya tim pemeriksa BPK Jabar sudah diberikan review lengkap terhadap berbagai aplikasi proyek, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Anthon Merdiansyah, Direktur Tim Audit Kantor Audit III Jawa Barat, khususnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, Ketua Tim Audit Interim, BPK Kab. Bogor Arko Molawan, Penguji Universitas Jawa Barat Inggris, Hendra Noor Rahmatullah, Jerry Jinagar Teri Rahmatullah dan Wenda Razmiani

Fairley mengatakan ada dugaan Ade Yasin telah sepakat untuk memberikan sejumlah uang antara Hendra Nur dan pejabat keuangan daerah BPKAD Kab sekitar Januari 2022, karena Pemkab Bogor ingin komentar WTP itu diterima. Bogor Ehsan Ayatollah dan Maulana Adam, Direktur Eksekutif Kabupaten Bogor, bekerja sama untuk mengkoordinasikan komposisi tim audit interim (pendahuluan).

Untuk memenuhi kontrak tersebut, Ehsan dan Maulana disebut-sebut telah memberikan uang tunai sekitar Rp 100 juta kepada Kepala Auditorat BPK III Jabar Anton Merdiansyah di sebuah lokasi di Bandung.

Kemudian, Anton menyesuaikan komposisi tim atas permintaan Ehsan, karena komponen audit nantinya hanya berlaku untuk beberapa SKPD. Kemudian, audit akan dilakukan mulai Februari 2022 hingga April 2022.

Untuk temuan tim audit PUPR, termasuk pengerjaan proyek perbaikan jalan Kandang Roda – Pakan Sari senilai Rp 94,6 miliar, pelaksanaannya diduga non-kontrak.

“Selama pemeriksaan, AY (Ade) berkali-kali dituduh mengembalikan dana kepada tim pemeriksa, antara lain berupa dana mingguan hingga Rp 1,9 minimal melalui IA (Ihsan) dan MA (Maulana).” Fairley mengatakan satu miliar rupee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.