Oktober 5, 2022
Spread the love

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (20 Mei 2022) memanggil tersangka Hasanuddin Ibrahim (Hay) sebagai Direktur Hortikultura Kementerian Pertanian (Kimtan) periode 2010-2015.

Hassan El-Din diduga melakukan korupsi pengadaan sarana penunjang pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) oleh Departemen Hortikultura, Departemen Pertanian, TA 2013.

“HI ditetapkan sebagai tersangka”, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, Plt Juru Bicara Eksekutif KPK Ali Picri dalam keterangan tertulisnya, Jumat. agen judi slot online

Diketahui, Hasanuddin Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 2016.

Pada 2013, Eko Mardianto (EM), Pejabat Kepatuhan Kantor Umum Hortikultura (PPK) dan pihak swasta Sutrisno ditetapkan sebagai tersangka.

Ali mengatakan memanggil Hassan El Din adalah bentuk jaminan hukum atas keadaan yang dimaksud.

Ia menambahkan, KPK sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus lama tersebut.

“Demi kepastian hukum, KPK saat ini sedang berupaya menyelesaikan tunggakan kasus-kasus yang belum terselesaikan,” kata Ali.

Dalam penataan kasus, Hasanuddin dan Echo menduga adanya penyalahgunaan wewenang terkait penyediaan fasilitas pertanian untuk mendukung pengendalian hama penyakit untuk jenis belanja komoditas lainnya.

OPT tersebut diharapkan dapat diserahkan kepada masyarakat atau pemerintah daerah oleh Dinas Pertanian Hortikultura pada tahun 2013.

KPK memperkirakan nilai kontrak pembelian tersebut sekitar Rp 18 miliar. Peristiwa itu diduga merugikan negara lebih dari Rp 10 miliar.

Tiga orang dijerat pasal 2(1) dan/atau 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi UU Tindak Pidana Korupsi digabungkan dengan Pasal 55 Ayat 1 Ayat 1 KUHP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.