Oktober 4, 2022
Spread the love

Makeup adalah istilah yang mungkin asing bagi sebagian orang. Ini karena kremasi tidak diperbolehkan di beberapa agama. Islam adalah agama yang tidak mentolerir api.

Make up disebut juga make up. Pemakaman ini diperbolehkan oleh beberapa agama, seperti Hindu dan Budha. Kremasi adalah pilihan lain selain menguburkan orang mati. slot demo

Baca juga

Riasan adalah proses merias wajah. Proses ini tidak boleh sembarangan. Hal ini dikarenakan banyak ketentuan yang harus diperhatikan, seperti pengaturan suhu pada lamanya proses pembakaran.

Berikut Liputan6.com rangkum Rabu, 25 Mei 2022, dari berbagai sumber tentang makeup.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kremasi adalah pengubahan jenazah menjadi abu. Kremasi dikumpulkan dari berbagai sumber, berasal dari bahasa Latin ‘cremo’ yang berarti ‘membakar’. Kremasi adalah pemindahan jenazah dengan cara dikremasi.

Pembakaran dilakukan pada suhu tinggi. Hasil proses kremasi dihancurkan menjadi debu halus berupa serpihan tulang dan partikel. Abunya dimasukkan ke dalam toples dan diberikan kepada keluarga. Kemudian keluarga biasanya menaburkan abu.

Pemakaman atau kremasi adalah proses mengeluarkan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara dikremasi. Biasanya dilakukan di krematorium/pankaka, atau kuburan di Bali yang biasa disebut Citra atau Pasitran. Kremasi mengacu pada kremasi tubuh dengan api di atas 800 derajat Celcius.

Kremasi meninggalkan rata-rata 2,4 kg sisa-sisa yang biasa disebut ‘abu’. Tidak semua bagian tubuh menjadi abu, karena ada serpihan logam dari tulang yang tidak terbakar, yang biasanya dihaluskan. Mereka tidak membahayakan kesehatan dan dapat dikubur, dikuburkan di tempat zikir, disimpan oleh kerabat atau disebar dengan berbagai cara.

Selain alasan-alasan, pembakaran mayat atau kremasi sering kali dilakukan berdasarkan pertimbangan praktis, yaitu pembakaran lahan yang semakin terbatas di kota-kota besar sehingga membuat orang memilih pen

Setelah masuknyaagamaKristendiDunia Barat, pembakaran mayat dilarang karenaGerejaKristenpercaya akan kebangkitan pada HariKiamat. Tetapi semenjak abad ke-19, kremasi sering dilakukan lagi. Pada Tahun 1963

Di India, di mana tradisi Hindu kuat, abu jenazah yang dikremasi biasanya ditaburkan di sungai yang dianggap suci. Bahkan, prosesi abu termasuk dalam rangkaian prosesi pemakaman. Keluarga yang menghadiri prosesi mengenakan pakaian khusus dan hormat, seperti pada prosesi sebelumnya. Di Bali, prosesi penciptaan dilakukan di kompleks makam yang disebut Citra atau Pasitran.

Seperti disebutkan sebelumnya, ada agama yang membolehkan pembakaran dan ada yang tidak. Agama yang membolehkan kremasi antara lain:

– Buddha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.