September 30, 2022
Spread the love

Dan PSSI merilis sebuah adegan di situs mereka di mana tim nasional Indonesia mengalahkan Kuwait. Menurut sebuah artikel di situs Federasi, Presiden PSSI Muhammad Irawan, lebih dikenal sebagai Iwan Boli, adalah faktor utama dalam kemenangan.

Timnas Indonesia mengalahkan Kuwait 2-1 pada Rabu (8 Juni 2022) di Stadion Internasional Jaber Al-Amad. Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Mark Klox dari tendangan penalti dan Rashamat Irianto dicetak oleh Yousef Al Sulaiman dari Kuwait. link bola online

Sehari kemudian, Kamis 6 September, artikel memuaskan Iriawan dimuat di situs resmi PSSI. Presiden PSSI disebut-sebut sebagai tokoh kunci keberhasilan ini dalam artikel berjudul “Memecahkan Rekor 42 Tahun”.

Di paragraf pertama, ada cerita bahwa kemenangan adalah sejarah timnas Indonesia. Bahkan, ini merupakan kali pertama Timnas Indonesia mengalahkan Kuwait sejak kemenangan terakhir mereka pada 1980, yakni 42 tahun lalu.

Beranjak ke beberapa paragraf berikutnya, muncul artikel bahwa ulah Eryawan atas PSSI menjadi kunci kemenangan Garuda di Kuwait.

Situs PSSI juga ramai dengan artikel. Di media sosial juga ramai dibicarakan, terutama Twitter.

PSSI menjelaskan bahwa artikel tersebut tampaknya merupakan opini orang luar. Artikel itu tidak mencerminkan posisi PSSI dan Iwan Boli yang menyaksikan kemenangan timnas Indonesia tadi malam.

Berikut kronologinya.

Wartawan itu membagikan artikelnya di Forum Wartawan Sepak Bola Indonesia yang disiarkan pada Kamis (9/6) pukul 11.00 WIB melalui media olahraga. Artikel tersebut berjudul “Prestasi Ewan Bolly dan Pecahkan Rekor 42 Tahun”.

Tak lama kemudian, PSSI juga memposting artikel serupa di situs resminya. Terutama dalam kategori “Berita “.

Kedua postingan tersebut hanya sedikit berbeda judulnya. Intinya mereka berdua menyanjung Iriawan dengan kemenangan Timnas Indonesia. Jika disandingkan, isi kedua postingan tersebut adalah 11-12 alias sama persis.

Juga, satu-satunya hal yang menimbulkan pertanyaan adalah bahwa tidak ada kredit untuk penulis dalam siaran berita yang memikat Eryawan. Setelah itu, ada pendapat bahwa artikel tersebut tidak boleh diposting di situs resmi Federasi.

Karena artikel itu diposting di situs PSSI, serikat pekerja dikatakan merayu orang yang salah. Meski yakin akan mengambil peran sebagai orang pertama federasi, akan lebih baik jika ia memberikan pujian pertamanya kepada para pemain, pelatih, dan seluruh peserta di lapangan, dibandingkan dengan presiden PSSI.

Sekretaris Jenderal PSSI Younes Nosi mengatakan kepada mengutip salah satu wartawan papan atas menanggapi sebuah artikel di situs resmi asosiasi yang mendapat banyak perhatian.

Untuk mengkaji lebih lanjut artikel padat tersebut, PSSI kini telah melakukan peninjauan yang menyertakan nama-nama komentator. Posisi artikel sekarang jauh lebih jelas. Artinya, pendapat pihak luar, dalam hal ini wartawan senior, yang memberikan ruang bagi pemikirannya untuk disampaikan.

Namun, Yunus Nasssi tak menampik tulisan itu menjadi bumerang bagi PSSI. Niat hati untuk menghormati Iwan Bole menuai banyak kritikan dari para pendukung sepak bola nasional.

Eunice Nasi berkata, “Saya menyuruhnya untuk melepasnya. Ketum tidak pernah membuat klaim seperti itu. Kemenangan ini berkat prestasi dan semangat juang anak-anak tim nasional yang memenangkan pertandingan semalam melawan Kuwait.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.