Oktober 5, 2022
Spread the love

Pantai Plengkung Banyuwangi (G-Land) paling terkenal di Banyuwangi, Liputan6.com siap menjadi tuan rumah WorldSurf League (WSL), kompetisi selancar internasional paling bergengsi di dunia. Acara akhir pekan ini akan menjadi stimulus bagi pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk bekerja sama meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di sekitar Taman Nasional Alas Purwo, tempat Pantai Plengkung berada. slot online

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa G-Land terletak di kawasan Taman Nasional (TN) Alas Borough yang telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia, dan saat ini sedang dalam proses konversi menjadi geopark global. Ada banyak sungai di daerah ini.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, LSM Sungai Watch dan warga setempat bahu-membahu membersihkan sungai di taman nasional tersebut. Ibok mengatakan langkah tersebut merupakan implementasi nyata pariwisata sebagai payung berbagai program pembangunan daerah.

Dari sudut pandang dunia selancar, jika acara pariwisatanya adalah wisata olahraga, maka lari dan pergi untuk meningkatkan kebersihan sungai sekaligus. , meningkatkan kualitas sungai”, kata Ibok, Selasa (24/5), peningkatan kualitas infrastruktur, sumber daya manusia, melestarikan kearifan dan ekonomi lokal, dan tentu saja menggerakkan ekonomi lokal.”

Sungai Watch sendiri adalah sebuah LSM yang dipimpin oleh Gary Bin Shagheb dan Sam Bin Shagib yang terkenal dengan kegiatan pembersihan sungai di pulau Bali. Mereka memulai dengan membersihkan sampah plastik di pantai-pantai Bali, kemudian membersihkan sampah sungai dan melibatkan banyak relawan di sungai.

“Kami mulai membersihkan sungai di Borough Alas. Sebelum melaut, kami memutuskan untuk membersihkan sungai yang menjadi jalur utama sampah plastik. Kami membantu bersih-bersih dengan dukungan Pemkab Banyuwangi dan regulator WSL. G -Tanah” kata Gary saat berbicara dengan Bupati Epoc.

Tetangga saya mengatakan dia akan mengambil sampah selama seminggu sepanjang 15 km dari pantai. Ada puluhan lokasi yang menyasar kawasan Taman Nasional Alas Borough.

Selain partisipasi relawan Sungai Watch, warga sekitar juga turut membantu. Mereka akan menebarkan 20 jaring ke sungai untuk membersihkan sampah di sana. Pada hari ketiga, setidaknya 3 ton sampah telah berhasil diangkat.

Banyak bahan organik, tetapi juga banyak bahan anorganik (sampah rumah tangga). Sampah plastik, gelembung holografik di mana-mana ” kata Gary.

Menurut Gary, sampah tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga di daerah lain dari identifikasi sementara. Tidak ada yang tinggal di Alasboro, tapi banyak sampah yang dikirim dari luar negeri.

Dengan adanya penambahan Regent dan eBook pada kompetisi ini juga merupakan kampanye untuk menjaga lingkungan dimanapun kita berada. Seperti Alas Purwo, tidak ada penduduk di sana, tetapi banyak sampah rumah tangga di pantai.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.