Februari 3, 2023
Spread the love

Bencana air pasang melanda kawasan pelabuhan Tanjung Imas Semarang. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, peristiwa itu terjadi pada Senin, 23 Mei 2022, setelah penahan air laut jebol.

Dheke Roli, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, mengatakan banjir rob melanda kawasan pelabuhan. Menurut dia, kecelakaan bermula saat bendungan tak mampu menahan ombak.

“Kecelakaan terjadi saat terjadi tsunami sehingga bendungan air laut di Ramakitra tidak mampu menampung air dalam jumlah besar,” kata Dike, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. . Rowley di saluran radio saya diterima Selasa (24 Mei 2022).  link bola terpercaya

Baca juga

Dari hasil penjajakan sementara, Dhaki masih terus menghasilkan pasang surut di delapan lokasi depan Pos 1, depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjung Emas, Kecamatan Lamacitra, dan Anjing. Koza Bahari.

Dokki menjelaskan, berdasarkan catatan, kedalaman banjir di kawasan Lamakitra adalah 1,5 m, di Jalan Koster 55 cm, di Jalan Em Bardi 40 cm, dan 50 cm di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ambenan.

Mengenai jumlah penduduk yang terkena dampak dan kerugian materi, Dikki menemukan bahwa BPBD Jawa Tengah sedang mengumpulkan lebih banyak data. Hingga siaran pers ini, belum ada laporan korban luka. BPBD Provinsi Jawa Tengah, bersama dengan instansi lain, terus berupaya mengevakuasi penduduk yang terkena dampak.

Dokki menyimpulkan bahwa “data dari rekan pelaksana di bidang ini masih dinamis dan masih dalam tahap evaluasi”.

Sebagai informasi, BPBD Jawa Tengah saat ini sedang dalam proses evakuasi masyarakat terdampak dan mencari dapur umum dan tempat penampungan sementara. Sehubungan dengan itu, untuk mengantisipasi dampak banjir air laut di kawasan Pelabuhan Tanjungimas Semarang, seluruh aktivitas karyawan laki-laki dan perempuan dipulangkan ke rumah masing-masing dari instansi dan perusahaan masing-masing.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Coombs Iqbal Al-Qudusi mengatakan, Senin (23/5) WIB 14:10 Ribuan rumah terdampak tsunami pada pukul WIB.

Iqbal mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (24/5) bahwa “jumlah komunitas yang terkena dampak sekitar 8.000.”

Dengan adanya bencana tersebut, Polrestabes Semarang bersama Forkopimda membangun dapur umum dan menyediakan shelter sementara, namun masyarakat tetap tidak mau mengungsi.

Perbaikan sementara jembatan ketika air surut, laporkan situasi berdasarkan prediksi BMKG dan lain-lain,” katanya.

Kredit Gambar: Tim Humas BPBD Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *