Desember 4, 2022
Spread the love

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan banyak investor baru yang berminat menanamkan modal di proyek Nusantara Capital (IKN). Bahkan, dia mengatakan komitmen dana untuk proyek pengembangan IKN sudah cukup

“Banyak (investor baru). Cukup (komitmen pembiayaan),” kata Luhut kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 13 Juni 2022.  slot gacor

Sementara itu, Menteri PPN/Presiden Babyenas Suharso Munwarva mengatakan, banyak investor yang menanyakan proyek pengembangan IKN. Menurut dia, pemerintah akan segera bertemu dan mengidentifikasi investor dalam proyek IKN di Kaltim.

“Kita pasti akan bertanya seperti apa pedomannya. Jadi, untuk membimbing presiden lebih tegas,” katanya.

“Oleh karena itu, Presiden mengarahkannya kepada kami lebih awal dan dalam dua minggu ke depan. Kami berharap semua peraturan akan selesai,” tambah Suharso.

Ia juga mengakui, jumlah investor dalam proyek IKN Nusantara sangat besar. Namun, Suharso belum mau membeberkan investor dalam proyek pembangunan ibu kota baru tersebut.

“Ada banyak investor,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengundang investor untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan ibu kota negara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembangunan IKN akan dimulai pada 2022.

“Saya mengajak dan mengajak investor untuk berkontribusi dalam proses ini, menjadi bagian dari perjalanan sejarah penting bangsa, berkontribusi untuk kemajuan Indonesia dan kejayaan nusantara,” kata Jokowi dalam acara virtual CNBC Indonesia Economic Outlook. Selasa (22/22/2020) 3/2022.

Jokowi mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota negara (IKN) di Binajam Pasir Uttara, Kalimantan Timur, mencapai Rp 466 triliun. Menurut dia, sekitar 20 persen kebutuhan anggaran akan diambil dari APBN.

“Rekening sementara Rp 466 triliun, kira-kira 19-20 persen berasal dari APBN,” jelas Jokowi dibuktikan dengan tayangan di Sekretariat Presiden, Selasa, 15 Maret 2022.

Selain APBN, kata dia, anggaran pembangunan IKN juga akan berasal dari kerjasama pemerintah-swasta (KPS) dan kerjasama pemerintah-usaha (KPS). Kemudian, dari investasi swasta, BUMN, hingga obligasi publik.

“Saya kira kita ingin kewenangan ini fleksibel dan lincah serta mampu mendapatkan skema pendanaan dari berbagai skema yang ada,” kata Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *