September 29, 2022
Spread the love

Transport Controller Jakarta Djoko Citiguarneo menilai Stasiun Manggari bisa menjadi stasiun pusat, menghilangkan hambatan masuk kereta api dan jalan raya. Penyebab kendala ini adalah mati lemasnya rel kereta api.

Stasiun Mangarai akan menjadi stasiun pusat yang potensial untuk dikembangkan seiring dengan bertambahnya jumlah KA seperti KRL, KA jarak jauh, dan KA bandara. gacor slot

Dan dia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (6 Juni 2022) bahwa “tidak akan ada mati lemas dalam bentuk perlambatan jalan atau masuknya kereta api menuju stasiun berikutnya dengan adanya Stasiun Mangar.” sekarang.”

“Kendalanya sekarang kalau KRL mau masuk stasiun Mangarai harus nunggu kereta lain lewat dulu. Sebut saja kereta jarak jauh atau kereta barang. Ke depan tidak begitu,” tambah Djoko.

Direktur Pusat Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat mengatakan Stasiun Gambir masih memiliki kendala untuk bekerja. Ia menilai, ke depan kereta listrik tidak perlu menunggu lama. Pengalihan atau pengalihan sinyal merupakan salah satu upaya untuk mengatur lalu lintas kereta api di dalam Stasiun Mangarai.

Namun, perlu dicatat bahwa jika Stasiun Mangarai menjadi hub untuk transfer dan persinggahan kereta api, aksesibilitas atau jangkauan perlu ditingkatkan.

Namun, Stasiun Mangarai memiliki beberapa kendala yang dapat menghambat fungsinya sebagai stasiun pusat. Masalah yang paling mendesak adalah kurangnya akses ke Stasiun Mangarai, jalan yang sempit dan lingkungan yang ramai, semrawut dan semrawut.

“Jalan Tambak dan Bukmangarai merupakan jalan sempit. Selain itu, ada beberapa titik jalan yang menyempit dan menyebabkan kemacetan. Diantaranya Terowongan Manggarai Bawah, landasan stasiun, dan jembatan dekat pintu air.” jelasnya

“Jadi, jika rencana ini benar-benar dilaksanakan, pemerintah harus menyelesaikan masalah terlebih dahulu. Ada yang memikirkan kapasitas pabrik mangarai,” tambahnya.

Ia menilai akses dan kapasitas jalan tidak jauh berbeda dengan stasiun Gambir. Tempat parkir diperlukan baik untuk kendaraan bermotor maupun tidak bermotor.

Pengembangan Stasiun Mangarai sebagai stasiun pusat membutuhkan persiapan yang matang. Rencana ini harus didukung oleh perubahan layanan dan fasilitas pendukung.

Perubahan berbagai infrastruktur di Stasiun Mangarai diperkirakan akan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap backlog penumpang Stasiun Mangarai.

Saat ini Stasiun Mangarai diketahui masih bermasalah dengan infrastruktur pelayanan konsumen.

Dia tahu bahwa setiap kota besar di dunia sudah memiliki stasiun pusat. Hal ini mengikuti perkembangan Stasiun Manggarai menjadi pusat integrasi kereta api pertama di Indonesia.

Djoku menilai stasiun membutuhkan fasilitas yang baik untuk mencapai tujuannya. Dan menerapkan sistem integrasi dengan sarana transportasi lainnya.

Karena itu, Stasiun Manggarai akan bertanggung jawab atas pemberhentian dan keberangkatan KA jarak jauh antar daerah nantinya. Stasiun Gambir akan ditarik dari perannya sebagai stasiun kereta api utama ibu kota.

Stasiun Gambir akan kembali berfungsi sebagai stasiun yang melayani KA penumpang. Stasiun Mangarai akan melayani tidak hanya kereta jarak jauh, tetapi juga kereta kota (penumpang) dan bandara.

Mengacu pada data ITDP, Djoko mengatakan konsolidasi sangat penting. Pertama, karena fleksibilitas bagi penumpang yang ingin berpindah antar jalan dan angkutan. Kedua, kemudahan akses sistem dan penciptaan jaringan transportasi yang komprehensif untuk menarik penumpang.

Ketiga, meningkatkan keuntungan dengan membentuk pengembangan usaha dengan keterkaitan yang terintegrasi. Keempat, angkutan umum yang beragam dan terintegrasi yang dirancang untuk semua merupakan simbol kota yang progresif dan progresif.

Integrasi fisik berupa stasiun, halte, jalur pejalan kaki dan koneksi, katanya. Sistem dapat berupa kelembagaan, peradilan, jadwal, dan penegakan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.