November 28, 2022
Spread the love

COVID-19 masih menjadi pandemi dan sub-varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 kini beredar. Namun, beberapa orang tampak bodoh dan acuh tak acuh terhadap kontras yang menyatakan bahwa mereka lebih menular daripada BA.1 dan BA.2.

Dalam hal ini, ahli epidemiologi Dickie Bodman mengatakan ketidaktahuan publik berkaitan dengan cara pemerintah membangun kewaspadaan mereka sendiri. Apa yang Anda lihat dalam kasus ini adalah strategi komunikasi risiko.

Dalam setiap wabah, suatu negara menghadapi krisis kesehatan, tetapi jika kesadaran masyarakat tidak terbangun, itu berarti ada masalah dan ada kesalahan dalam strategi komunikasi risiko.” . 6 Desember 2022).

Strategi komunikasi risiko itu sendiri bukan hanya tentang melakukan panggilan dan mengirim pesan. Strategi komunikasi risiko juga membahas masalah manajemen risiko, masalah membangun kepercayaan, masalah transparansi, dan banyak lagi. daftar slot gacor terpercaya

Menurut dia, pemerintah Jepang tidak pernah memberlakukan wajib pakai masker bagi warganya.

Jepang juga telah membukanya untuk turis asing dengan syarat turis asing menjaga kain kafan, seperti memakai masker. Persepsi bahwa turis asing berasal dari negara yang aman dan waspada membuat mereka tidak mandiri.

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia, pertama di Bali, dan sekarang di DKI Jakarta.

Menurut data terakhir, ada 4 kasus tambahan BA.4 dan BA.5 terjadi di DKI Jakarta.

Tambahkan 4 orang, dan di Indonesia sudah ada 8 orang yang hasil sekuensing seluruh genom telah mendeteksi paparan BA.5 dan BA.4.

Menurut data yang disebarkan oleh Direktur Kantor Infeksi Paru Persatuan Paru Indonesia (PDPI) dan spesialis paru Erlena Verhan, tiga dari empat orang yang terdeteksi di Jakarta tidak menunjukkan gejala dan satu tidak diketahui. Apakah Anda memiliki gejala atau tidak.

Menurut hasil tes sekuensing seluruh genom yang dilakukan pada 10 Juni 2022, satu pasien yang terpapar BA.5 tercatat sebagai satu-satunya gejala sedang. Pasien datang dengan gejala batuk, sesak napas, sakit kepala, mual dan muntah. Dua lainnya memiliki gejala ringan.

Pasien menerima dua suntikan vaksin Sinovac. Vaksinasi terakhirnya adalah pada 21 Mei 2021 dan dia belum menerima dosis booster.

Karena pasien dirawat di rumah sakit swasta tanpa hasil rontgen dada, Erlina mengemukakan dua kemungkinan penyebab orang tersebut mengalami sesak napas.

Sedangkan dua pasien lainnya di Jakarta mengeluhkan gejala ringan seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan.

“Gejala BA.4 dan BA.5 mirip dengan omikron sebelumnya. Ya, BA.1 ringan dan sedang. Bercermin dalam 8 kasus, semoga tidak ada yang serius,’ kata Elena.

Pemerintah merilis hasil empat kasus BA.4 dan BA.5 di Bali sebelum menemukan empat di Jakarta. Hanya 1 dari 4 pasien yang mengalami gejala ringan seperti sakit tenggorokan dan nyeri tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *