Februari 3, 2023
Spread the love

Pemerintah Indonesia terus berupaya mewujudkan pembelajaran digital melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam beberapa tahun terakhir, yang tentunya dapat mewujudkan sistem Education 4.0 dan menghasilkan benih-benih bagi sektor pendidikan atau bersaing dengan yang tinggi. tenaga kerja terampil di tingkat global.

Sebelum Learning.id, diprakarsai oleh pemerintah untuk mengakses pembelajaran digital, yang diyakini sembilan orang asal Bali ini telah menciptakan melajah.id. Kata Malaga berasal dari bahasa Bali yang berarti belajar. 

Sembilan orang yang sudah berkecimpung di dunia pendidikan secara sukarela membuat melajah.id berdasarkan pengetahuan pendirinya masing-masing. Jadi situs ini sangat membantu dunia pendidikan yang ketinggalan jaman, terutama di masa pandemi Covid-19  slot gacor hari ini

Untuk mempersiapkan dana dan mereka adalah perusahaan patungan, mereka menjadi ahli sekolah pendidikan IT hingga situs tersebut terus beroperasi dan menjual kaos sehingga dapat berkontribusi untuk pendidikan khususnya Bali.

Melajah.id dapat didedikasikan untuk mendukung sekolah dalam proses belajar mengajar online, atau dapat menjadi cara bagi semua orang untuk mengakses kegiatan belajar.

Layanan digital ini secara sukarela disediakan oleh I Wayan Abyong, I Komang Purwata, I Nyoman Pasek, I Dewa Putu Mas Dwipayana, I Wayan Hadi Suartana, Made Kartha, I Ketut Catur Muliawan, I Gusti Ngurah Kamajaya dan I Wayan Ari Sudiawan dengan pribadi masing-masing. saku. Aku berhasil. Di awal pandemi Covid-19.

Sebagai hasil dari usaha patungan dan penyediaan server oleh salah satu pendiri, mereka membeli domain dan membuat situs web. I Dewa Putu Mas Dwipayana, salah satu pendiri Melajah.id, mengatakan melajah.id merupakan layanan pendidikan digital untuk sekolah-sekolah di Bali, mulai dari SD, SMP, dan SMA di Bali.

Kepada Liputan6.com di Denpasar, Senin (31/5/2022) “Kerjasama multi pihak menggabungkan teknologi Moodle LMS untuk kegiatan pembelajaran digital. Monitoring juga bisa dilakukan oleh dinas pendidikan, pengawas dan manajemen sekolah.” ujarnya.

Sementara itu, pendiri lainnya, I Ketut Catur Muliawan, mengatakan sistem PTM telah diperkenalkan kembali dan pembelajaran online terus berlanjut. Layanan melajah.id bersama sekolah-sekolah mitra kami terus beroperasi.

Dikatakannya, ada tim IT di sekolah dimana guru benar-benar bisa menjadikan IT sebagai pendamping belajar. Karena anomali dari sistem PJJ ke PTM, pengetahuan TI dapat digunakan sebagai penambah pembelajaran untuk mengurangi pemborosan dalam proses belajar mengajar.

Pria yang juga bendahara pendidikan dan biaya pendidikan di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *