November 30, 2022
Spread the love

Kondisi tersebut khususnya oleh hambatan perdagangan dunia yang disebabkan proteksionisme dan perang dagang, serta tidak bekerjanya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagaimana mustinya.

Pernyataan itu Mendag berikan saat menghadiri salah satu diskusi panel yang merupakan Channel News Asia (CNA) di Davos, Swiss pada Jumat (27/5/2022) kemarin. slot gacor hari ini

“Ketika negara-negara yang sudah maju menerapkan standar ganda, WTO justru tidak berkutik,” seru Mendag Lutfi dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan, Sabtu (28/5/2022 ) ).

Cukup mengejutkan panelis lainnya, Mendag Lutfi justru menyatakan, harga komoditas dunia saat ini menjadi peluang para petani di negara-negara berkembang besar seperti Indonesia dan China untuk menikmati keuntungan.

Jangan rusak dengan menyalahkan salah satu negara, misalnya karena posisi dagang yang kurang mengunoktungkan berdiri untuk Bahaya jika beberapa. katanya.

Hal yang dimaksud standar ganda oleh Mendag Lutfi yakni negara-negara yang sudah maju menyalahkan dan mengganggu perdagangan bebas dunia, ketika mereka kurang menentukan posisi dagangnya terhadap tertentatunya China.

Padahal, ia menambahkan, terlebih dahulu ketika posisi dagang mereka diuntungkan sehingga petani di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang makmur, semua negara berkembang memaksa membuka pasar mereka.

Sang CEO menyatakan pesimis dengan situasi perdagangan dunia saat ini, khususnya karena China saat ini menutup pasarnya karena kebijakan Zero-Covid yang diterapkan Presiden China, Xi Jin Ping. Sehingga Negeri Tirai Bambu disebutnya perlu dibatasi untuk memanfaatkan dalam perdagangan dunia.

Mendag Lutfi menyayangkan pandangan tesebut, mengingat mengingat Jepang sudah merasakan negara maju. Menurut dia, dunia harus mengakui fakta saat China mulai mendominasi perdagangan dunia, dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat dunia dengan harga barang-barang yang semakin terjangkau.

“Kami di Indonesia sangat merasakan betul manfaatnya. Apalagi Tiongkok juga menjadi sumber utama transfer teknologi bagi negara-negara berkembang saat ini,” kata Mendag Lutfi.

Sebelumnya,Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menurunkan perkiraan pertumbuhan perdagangan global tahun 2022 ini menjadi 3 persen dari 4,7 persen karena dampak perang Rusia Ukraina.

Laporan dari pengawas perdagangan global mengatakan bahwa konflik, yang sekarang sudah memasuki minggu ketujuh, telah merusak ekonomi dunia pada titik kritis ketika pandemi Covid-19, dan penguncian China secara khusus terus berhenti pemulihan.

Sekarang jelas bahwa pukulan ganda dari pandemi dan perang telah mengganggu pasokan, meningkatkan tekanan inflasi dan menurunkan ekspektasi untuk output dan pertumbuhan perdagangan, ujar Ngozi Okonjo-Iweala

Sementara itu, WTO memperkirakan pertumbuhan perdagangan global pada 2023 akan naik hingga 3,4 persen, mencatat bahwa perkiraan 2022 dan 2023 kurang pasti dari biasanya karena ketidakpastian dari konflik/masalah geopolitik.

Okonjo-Iweala juga potensi krisis pangan karena gangguan ekspor dari Ukraina dan Rusia.

Oleh karena itu, kedua negara tersebut merupakan pemasok utama biji-bijian dan komoditas lainnya, dimana habatan ekspor dapat berdampak pada pasokan di negara-negara miskin, termasuk sekitar 35 importir Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *